Galeri Kawitan Buka Peluang Pelaku Seni Kontemporer BanyuwangiGaleri Kawitan


Galeri Kawitan Buka Peluang Pelaku Seni Kontemporer Banyuwangi

Keterangan Gambar : Jibon dan Dwiki bersama kawan-kawan pelaku seni beraktifitas di Galeri Kawitan. (Foto: Istimewa).

KabarBanyuwangi.co.id - Galeri Kawitan atau Ruang Kawitan milik S Yadi K, sang maestro seni lukis Banyuwangi yang berada di Jl. Kuntulan nomor 135, Karangasem, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, kini mulai bergeliat menuju seni kontemporer.

Gallery yang menyatu dengan Café Palm Sugar ini, tidak hanya menyajikan hasil karya seni lukis. Melainkan sebagai wadah para pelaku seni dalam mengembangkan seni di Banyuwangi, khususnya seni kontemporer.

Hal ini terjadi, setelah Firman Aji Krisna Prasaja alias Jibon, seniman muda jebolan Intitut Kesenian Jakarta (IKJ), yang juga putra bungsu S Yadi K ikut andil dan dipercayai dalam mengelola Galeri Kawitan.






Baca Juga :

Digagas bersama kawan-kawan seperjuangannya, Jibon sukses menarik perhatian dengan menggelar program yang mampu mendatangkan pemateri ataupun seniman residence profesional dari berbagai kota untuk menjadi narasumber di Galeri Kawitan.

Jibon menerangkan bahwa momen ini bermula ketika ia merasakan adanya perbedaan tentang budaya seni di masing-masing daerah.

"Tentu saya merasakan sebuah perbedaan budaya saat awal mula beraktifitas seni di Banyuwangi, dengan saat saya menimba ilmu di Jakarta. Maka dari itu, kami butuh adaptasi dan bimbingan para senior untuk dapat aktif mengembangkan seni," terang pria lulusan sarjana Seni ini kepada KabarBanyuwangi.co.id, Sabtu (13/03/2021).

"Kebetulan kita punya wadah, mari kita berproses bersama dalam melakukan aktifitas seni, Momen ini terbuka bagi masyarakat luas secara gratis. Kita merangkul semua elemen yang mau belajar ataupun praktik. Mulai dari seni lukis, rupa, desain, musik, teater, film hingga sastra," imbuhnya.


Keterangan Gambar : Galeri Kawitan. (Foto: Instagram @ruangkawitan).

Diawali dengan diskusi sesama seniman, Jibon mengaku bahwa ide dilaksanakan program ini dicetuskan oleh Dwiki Nugroho Mukti, seniman muda dan kurator asli Banyuwangi yang berdomisili di Surabaya.

"Pada waktu itu, saya mengikuti pameran dan menggelar pameran tunggal di Malang. Alhamdulillah saya mendapat apresiasi dan dipertemukan dengan banyak senior. Di situlah kita berdiskusi dan akhirnya tercipta sebuah gagasan yang dapat kita laksanakan," kata Jibon.

Dwiki Nuhrogoho Mukti merupakan salah satu pemateri yang memiliki segudang prestasi dalam bidang seni, baik tingkat lokal, nasional hingga Internasional.

Dwiki yang juga bertindak sebagai Direktur Utama Biennale Jatim 8 tahun 2019 & 2021 dan Founder Syndicate Art Collectif and Alternative Space (SARTCAS) Surabaya ini, merasa kagum dapat berdiskusi dan berbagi ilmu di Banyuwangi, kota kelahirannya.

"Saya melihat, program seperti ini masih jarang di Banyuwangi. Mulai dari awal Januari ketemu Jibon, akhirnya kita setuju untuk fokus saling belajar maupun melakukan riset budaya seni kontemporer di Banyuwangi. Jadi tidak melulu tentang market," ungkap Dwiki yang pernah menggarap proyek Urban Pin International.

Dimulai sejak bulan Februari hingga Maret 2021, Galeri Kawitan telah berhasil menggelar berbagai kegiatan seni kontemporer yang dapat diakses secara online melalui siaran langsung Instagram @ruangkawitan.

Yakni, 'Membaca Estetika Sekitar' yang digelar pada bulan Februari lalu dan 'Kelas Menggambar Anak' pada awal bulan Maret. Pada tanggal 24-31 Maret 2021 akan diadakan 'Lumpang Tadah'.


Keterangan Gambar : Ruang karya Galeri Kawitan. (Foto: Instagram @ruangkawitan).

Program yang dilaksanakan Galeri Kawitan bersama Dwiki mendapat respon tinggi bagi masyarakat. Bahkan mendapat dukungan oleh sejumlah pihak, mulai dari pelaku seni hingga produk.

"Ke depan kita akan terus mengadakan program-program lain, dengan menggandeng berbagai pelaku seni manapun. Untuk informasi mendatang, akan kami muat di Instagram @ruangkawitan." pungkas Jibon. (man/sen)