oleh

Antusiasme Masyarakat Tinggi, Pameran Kepurbakalaan Diperpanjang

KabarBanyuwangi.co.id – Minat masyarakat yang ingin datang melihat kegiatan Pameran Kepurbakalaan sangat tinggi, terutama kalangan anak-anak muda. Mereka mengaku kurang dengan batas waktu Pameran yang disediakan pemerintah, apalagi diantara mereka mengaku baru tahu informasi kegiatan tersebut. Pameran yang rencananya hanya digelar selama 3 hari (3-5/9/2020), akhirnya diperpanjang hingga Senin (7/9/2020).

Banyak anggota masyarakat yang belum sempat menyaksikan langsung, serta bingung mengatur waktu dengan kegiatan lain. Padahal Pameran kepubakalaan ini sangat penting, terutama untuk memberi pelajaran sejarah tentang Banyuwangi kepada anak-anaknya.

Baca Juga: Benda Cagar Budaya Masih Berserakan di Banyuwangi

Kepala Disbudpar, MY Bramuda, menjelaskan, perpanjangan waktu pameran karena banyaknya permintaan berbagai pihak.

“Diluar dugaan ternyata pameran ini banyak mendapat perhatian,” kata Bramuda.

Model Gandrung sebagai obyek melukis bersama. (Foto: Eko Budi)
Model Gandrung sebagai obyek melukis bersama. (Foto: Eko Budi)

Bramuda menambahkan, pameran yang banyak dikunjungi generasi millenial ini dianggap menarik karena banyak perpaduan antara nuansa tradisional dan millenial.

“Mulai dari benda-benda antik sampai gandrung cantik, dari musik akustik sampai wayang kulit. Ini yang menarik perhatian,” ungkapnya.

Baca Juga: Dinilai Berhasil, Blambangan Antik Expo Akan Dilanjutkan Desember 2020

Baca Juga: Acara Bersih Desa Menampilkan Wayang Anyaman Bambu Berbahasa Using

Sebelumnya juga digelkar lomba vlog dan karya tulis ilmiah, kegiatan tersebut sangat memancing minat generasi millenial. Bahkan lomba karya tulis, pesertanya mencapai 34 orang dan mereka ada yang dari luar Banyuwangi, seperti Jombang dan Ngawi.

S Yadi K, pelukis senior Banyuwangi yang mengkoleksi karya yuniornya. M. Khojin. (Foto: Eko Budi)
S Yadi K, pelukis senior Banyuwangi yang mengkoleksi karya yuniornya. M. Khojin. (Foto: Eko Budi)

Dukungan langsung juga ditunjukan para perupa Banyuwangi, mereka ikut meramiakan suasana pameran melukis on the spot dengan model Gandrung. Tidak hanya pelukis muda, namun pelukis senior sepertri S Yadi K juga datang menyaksikan 20 pelukis muda yang sedang beraksi.

“Saya datang ke tempat ini, selain ingin menyaksikan koleksi benda purbakala, juga ingin memberikan dukungan kepada teman-teman yang melukis bersama. Bahkan sebagai bentuk apresiasi saya kepada mereka, saya koleksi sebuah lukisan karya M. Kojin” kata S Yadi K kepada kabarbanyuwangi.co.id (bud)

_blank

Kabar Terkait