oleh

Banyuwangi Booming Sepeda Minion, Tidak Kalah Fashionable dari Brompton

KabarBanyuwangi.co.id – Sejak pandemi Covid-19, bersepeda tidak hanya sebagai sarana untuk berolahraga, namun sudah menjadi gaya hidup, dan mulai digemari semua kelompok usia. Saat ini, berbagai tipe dan jenis sepeda cukup mudah ditemukan berseliweran di jalanan, baik siang maupun malam hari.

Tidak terkecuali sepeda minion, yakni sepeda jadul berusia puluhan tahun yang direstorasi sedemikian rupa menjadi sepeda yang cukup unik. Berbagai bentuk modifikasi dan warna-warni, membuat sepeda ini tampil fashionable tidak kalah dengan sepeda bermerek ternama masa kini, seperti Brompton misalnya.

Jangan salah, sepeda minion ini bukanlah keluaran dari pabrik, melainkan hasil restorasi dari rongsokan sepeda jadul seharga Rp 300 ribu yang divermak menjadi sepeda baru lagi. Ya, gara-gara booming bersepeda sejak adanya pandemi Covid-19, membuat sebagian orang kini berlomba-lomba ingin memiliki sepeda minion ini.

Baca Juga: Komunitas E Grank Bicycle, Siap Kampanye Go Green dan Healthy

Lihat Juga di YouTube: Booming! Sepeda Minion, Restorasi Sepada Rongsokan Yang Fashionable

Di workshop sepeda minion di Perumahan Gajah Mada, Kelurahan Penataban, Banyuwangi, kini setiap harinya disibukkan dengan kegiatan merestorasi sepeda jadul menjadi sepeda minion. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Wawan, atau yang lebih akrab disapa dengan Wawan Koplak, sang pemilik bengkel sudah mengerjakan sedikitnya 20 pesanan sepeda minion.

Pemesannya pun dari berbagai usia dan profesi. Mulai pekerja swasta, PNS, pelajar, Polisi, jurnalis, hingga ibu rumah tangga. Untuk membuat sepeda minion, pemesan cukup membawa rongsokan sepeda jadul ke bengkel. Nantinya, sepeda yang sudah berkarat ini direpaint ulang hingga menjadi sepeda baru sesuai keinginan pemesan.

Wawan Koplak pemilik Workshop Sepeda Minion, mengenakan kaos coklat. (Foto: man)
Wawan Koplak pemilik Workshop Sepeda Minion. (Foto: man)

Untuk warna pun demikian, pemesan tinggal memilih sesuai selera. Namun, khusus sepeda minion ini, mayoritas warna yang dipilih pemesan adalah warna-warna retro maupun warna yang mencolok, mulai dari merah, kuning, orange, hijau muda dan lain sebagainya.

“Saya pilih merakit sepeda minion dari pada beli baru karena sepeda ini sangat unik ya, bagus sekali kalau untuk santai-santai. Spare part yang saya gunakan mayoritas barang rongsokan terus dispet ulang, ada juga yang beli baru di toko. Rencana nanti sepeda minion saya akan saya warna merah kombinasi hitam,” ujar Hendik Sitrem, salah satu pemesan sepeda minion.

Untuk satu sepeda minion yang sudah jadi ini harganya memang bervariasi, tergantung spare part yang digunakan. Jika semuanya menggunakan barang rongsokan yang direpaint ulang tentu harganya akan lebih murah. Begitu juga sebaliknya, jika spare part diganti dengan barang baru semua, tentunya harganya akan menjadi lebih mahal.

“Harga relatif ya tergantung spare part yang digunakan, bisa cukup Rp 1,5 juta saja kok, kalau yang saya  kerjakan paling mahal itu bisa sampai Rp 8 juta. Kalau pengen murah ya kita harus pintar-pintar cari barang rongsokan yang masih layak, lalu kita repaint ulang, tapi kalau mau sepedanya lebih bagus, ya lebih baik beli spare part baru yang ada di toko-toko, nanti tinggal kita rakit sesuai selera pemesan,” jelas Wawan Koplak, pemilik Workshop Sepeda Minion, kepada kabarbanyuwangi.co.id, Selasa (14/7/2020). (man)

_blank