oleh

Benda Cagar Budaya Masih Berserakan di Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Kekayaan benda purbakala yang mempunyai nilai sejarah di Kabupaten ujung timur pulau Jawa ini, belum terkumpulkan semunya. Banyak diantara benda-benda bernilai sejarah tersebut, masih berserakan di tempat-tempat asal. Namun tidak sedikit yang sudah dimiliki orang lain.

Melalui kegiatan Pameran Kepurbakalaan, bukan semata untuk pameran, tetapi untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang potensi benda-benda cagar budaya dan upaya penyelamatannya. Demikian diungkap Kapala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dusbudpar) Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda, saat pembukaan acara  pameran, Kamis (3/9) sore.

Pameran yang akan berlangsung hingga Sabtu (5/9/2020) depan ini, diikuti sebanyak 12 stand. Selain dihadiri Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banyuwangi dan Dewan Kesenian Blambangan (DKB), pembukaan acara pameran juga dihadiri sejumlah budayawan, sejarawan Banyuwangi dan pemerhati kepurbakalaan.

Baca Juga: Disbudpar Banyuwangi Gelar Pameran Benda Purbakala dan Lomba Vlog untuk Kaum Milenial

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Disbudpar Banyuwangi Tutup 6 Wisata Kuliner

Baca Juga: Acara Bersih Desa Menampilkan Wayang Anyaman Bambu Berbahasa Using

Menurut Bramuda, selama ini banyak benda-benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Banyuwangi yang sudah berpindah tangan.

“Banyak benda-benda penemuan sejarah yang sudah berpindah tempat dan tangan. Itu yang harus kita selamatkan sebagai salah satu potensi yang dimiliki Banyuwangi,” kata Bramuda.

Melalui pameran kepurbakalaan ini, lanjut Bramuda, diharapkan akan mampu menggugah kepedulian masyarakat tentang penyelamatan potensi tersebut.

“Mulai tadi, banyak yang mengusulkan agar pameran seperti ini termasuk benda-benda antik peninggalan masa lampau, bisa digelar secara rutin. Selain mempunyai daya tarik tersendiri, pameran seperti ini juga bisa menjadi sarana edukasi,” tandasnya. (bud)

_blank

Kabar Terkait