oleh

Berdalih Bisa Cairkan Uang Pinjaman Miliaran, Ibu Rumah Tangga Tipu Warga

KabarBanyuwangi.co.id– Kepolisian Resort Kota (Polresta), Banyuwangi berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan dengan modus memberikan pinjaman uang milyaran rupiah kepada korbanya. Polisi juga mengamankan seorang ibu tangga bernisial S (55) warga Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat yang diduga sebagai peluku utama penipuan.

Menurut keterangan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, terbongkarnya kasus penipuan yang dilakukan oleh perempuan mengaku sebagai istri pejabat di Banyuwangi ini berawal dari laporan sejumlah korban. Para korban mengaku tergiur dengan janji manis wanita paruh baya ini karena akan memberikan pinjaman uang 5 miliar dengan syarat harus menyetorkan uang jaminan deposito sebanyak Rp 72,5 juta telebih dahulu kepada pelaku.

“Ini kasus penipuan dan penggelapan bedasarkan laporan beberapa korban. Salah seorang berinisial S mengaku sebagai istri seorang pejabat bisa memberikan pinjaman kepada korban sebesar Rp 5 miliar. Syaratnya korban harus menyetorkan uang jaminan terlebih dahulu kepada S untuk deposito Rp 72,5 juta,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin kepada sejumlah wartawan, Sabtu (27/6/2020)

Baca Juga: Minim Alat Bukti, Dugaan Pemerkosaan Model Cantik Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Baca Juga: Ini Cerita Janda Muda Diduga Korban Pemerkosaan Seorang Mengaku Dukun

Baca Juga: Nyambi jadi Mucikari, Seorang Satpam Ditangkap Polisi

Kapolresta menambahkan, untuk melancarkan aksinya jika pelaku bisa mencairkan uang pinjaman sebesar Rp 5 miliar, kedua belah pihak membuat surat kesepakatan. Namun nyatanya setelah uang jaminan deposito Rp 72,5 juta disetorkan, dan batas waktu pinjaman Rp 5 miliar yang dijanjikan, uang tidak kunjung dicairkan oleh pelaku. Sadar menjadi korban penipuan, akhirnya para korban melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian.

“Korbanya ada enam orang. Setelah uang jaminan sudah disetorkan, tetapi uang pinjaman 5 miliar tidak diberikan. Total kerugian para korban kurang lebih Rp 90 juta. Dari hasil penyidikan, ternyata uang yang disetorkan para korban ini digunakan pelaku untuk keperluan pribadi, dan sebagian ditransferkan ke orang lain,” tambah Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, sebuah handphone, satu bandel akta perjanjian, dua lembar bukti slip transfer para korban ke pelaku, uang tunai sisa hasil penipuan senilai Rp 455 ribu, sebuah buku rekening beserta kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan satu bandel bukti transfer para korban.

“Atas perbuatan dugaan tindak pidana penipuan, dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau 372 KUHP, pelaku diancaman pidana maksimal 4 tahun penjara,” pungkas Kapolresta. (man)

_blank

Kabar Terkait