oleh

Bertemu Pelukis, Ipuk Siapkan Program Pameran Lebih Sering hingga Akademi Lukis

KabarBanyuwangi.co.id – Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, bertemu dengan para pelukis yang tergabung dalam komunitas Paras Blambangan. Komunitas ini beranggotakan para pelukis dari wilayah Banyuwangi selatan.

“Anggota kami sekitar 30 orang, termasuk di dalamnya anak-anak muda. Secara rutin kami melukis bareng di suatu tempat, on the spot,” ujar Ketua Paras Blambangan, Windu Pamor, dalam pertemuan bersama Ipuk Fiestiandani, belum lama ini.

Windu mengapresiasi perkembangan seni-budaya di Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk untuk seni lukis yang mendapat perhatian dengan selalu digelar pameran dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Banyuwangi setiap bulan Desember.

“Harapan kami ke depan tentu perhatian kepada dunia kesenian terus ditingkatkan, termasuk untuk seni lukis,” ujarnya.

Baca Juga: Gus Riza Janjikan Satu Traktor untuk Gapoktan dan Asuransi Gagal Panen Bagi Petani

Baca Juga: Apakah Anggota DPRD Wajib Memiliki Ijin Cuti Kampanye?

Baca Juga: Bawaslu Temukan Pelanggaran Kampanye Tanpa Kantongi STTP

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani berterima kasih kepada para seniman yang selama ini telah ikut membangun Banyuwangi melalui karya-karya seni yang luar biasa.

Ipuk pun membeber lima program untuk pengembangan seni lukis di Banyuwangi ke depan. Pertama, meningkatkan frekuensi pameran lukisan di Banyuwangi serta memfasilitasi pameran di luar kota.

“Kalau yang pameran lukisan di Banyuwangi kan sudah rutin, ke depan kami tingkatkan frekuensinya. Bahkan kami punya rencana memfasilitasi para pelukis Banyuwangi untuk berpameran di luar kota, seperti di Bali dan Surabaya. Jadi biar pasar pelukis Banyuwangi semakin berkembang,” ujar Ipuk.

Langkah kedua, mewajibkan setiap kantor perusahaan, pemerintah, hotel, dan investasi baru di Banyuwangi untuk membeli lukisan dari pelukis asli Banyuwangi. Ketiga, bantuan alat untuk menunjang kreativitas para pelukis.

“Jadi bukan hanya melukis Tari Gandrung misalnya, tapi pesannya ke pelukis dari luar kota. Bisa bantuan media lukis, alat lukis, dan sebagainya,” ujar Ipuk.

(Foto: istimewa)
(Foto: istimewa)

Keempat, menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para pelukis, terutama pelukis muda.

“Namanya katakanlah Akademi Lukis. Kami memang sudah menyiapkan akademi seni-budaya untuk para seniman. Salah satunya tentu Akademi Lukis. Jadi para pelukis senior Banyuwangi kami fasilitasi kelas untuk mementori para pelukis muda. Bahkan, jika teman-teman pelukis berkenan, kami bisa gelar workshop pelukis senior dari luar kota atau dosen seni rupa nasional untuk tukar ilmu dengan pelukis Banyuwangi,” ujar alumnus Universitas Negeri Jakarta tersebut.

Langkah kelima yang akan diambil istri Bupati Banyuwangi ini adalah memperkuat program regenerasi seniman. Karena di Banyuwangi saat ini sudah ada program beasiswa Banyuwangi Cerdas yang salah satunya adalah beasiswa belajar kesenian di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo.

“Ke depan, itu akan ditingkatkan. Jadi anak-anak muda yang mau belajar kesenian, termasuk seni lukis, bisa dijembatani beasiswa ke ISI yang ada jurusan kesenian tersebut,” pungkas Ipuk.

_blank

Kabar Terkait