oleh

Bila Penyandang Tuna Rungu Mendapat Pelatihan Rosting Kopi

KabarBanyuwangi.co.id – Di tangan-tangan kreatif, tidak ada yang tidak mungkin. Jika sebelumnya terasa janggal, atas sentuhan ide kreatif menjadi hal yang luar biasa. Seperti hadirnya 15 pemuda penyandang tuna rungu, untuk dilatih Brewing, atau menyeduh kopi seperti layaknya Barista profesional.

Adalah Komunitas Barista Roaster (BARRES), Banyuwangi yang memberikan edukasi kepada Komunitas Kelas Kopi Tuli Aura MoCa. Acara yang berlangsung di Kantor Kecamatan Kota Banyuwangi itu, bagian dari Pasar Organik dan Barang Antik yang digelar oleh Komunitas Pemuda Etalase Banyuwangi, selama 3 hari.

Novian Dharma Putra, founder Kelas Kopi Tuli Aura Moca, mengatakan, pihaknya ingin mendampingi sahabat-sahabat tuna rungu hingga tuntas.

“Kami mulai kelas ini dengan pengenalan kopi, saat ini roasting yang kami kolaborasi dengan Barres. Kemudian penyeduhan kopi, dan nantinya juga melatih bidang marketing-penjualan hingga manajemen usaha,” jelas Novian.

Baca Juga: Komunitas Pemuda Etalase Gelar Pasar Organik dan Benda Antik

Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Lokal, Rumah Kreatif Geber Pendampingan UMKM

Baca Juga: Minum Kopi Robusta Ijen di Alam Bebas, Nikmatnya Tanpa Batas

Novian yang mengaku belajar bahasa isyarat, agar komunikasi lebih lancar, berharap mereka yang dilatih ini kelak memiliki usaha sendiri.

“Itu harapan ideal kami, karena melihat semangat dan potensinya, sangat memungkinkan mereka menjadi Barista dan punya usaha sendiri di bidang kopi.” ungkap Novian yang juga Ketua Pemuda Etalase Banyuwangi ini.

Sementara itu, para instruktur dari Barres sebelum memberikan pelatihan tekhnis, terlebih dulu menguraikan sejarah kopi hingga macam-maca kopi.

“Ini pengalaman pertama bagi saya, dan saya salut teman-teman peserta dengan keterbatasannya tetap antusias mengikuti pelatihan. Tantangan utama adalah, menyesuaikan istilah dengan penerjemah. Saya dan tim bisa mengajarkan tentang teknik menyeduh kopi, sekaligus tim dari Barres harus belajar bahasa isyarat agar lebih komunikatif,” kata Kismadonna.

Emir, salah satu Barista anggota Barres yang lain mengaku terharu mendapat kesempatan melatih sahabat-sahabat tuna rungu ini. Terlihat, Emir tampak menikmati proses ini, sesekali melambatkan geraknya menunggu penerjemah menyelesaikan gerakan tangan isyarat.

“Ini pengalaman baru, saya senang sekali. Saya yakin mereka bisa, sebab tadi mereka bisa mengikuti instruksi,” ujar Emir yakin.

Tim dari Banyuwangi Roasting dan Barista (BARES) saat mengedukasi peserta tentang Kopi. (Foto: istimewa)
Tim dari Banyuwangi Roasting dan Barista (BARES) saat mengedukasi peserta tentang Kopi. (Foto: istimewa)

Para peserta yang terlihat antusias sejak awal, tidak bisa menyembunyikan rasa suka citanya. Pengalaman pertama bagi sahabat tuna rungu ini, akan menjadi bekal baru dalam menyosong masa depannya.

“Terima kasih kepada Kakak-kakak, semoga ilmunya bermanfaat,” ujar Malebhy salah satu peserta.

Camat Banyuwangi, Moch. Lutfi, menyambut gembira edukasi yang diadakan di Rumah Osing Kecamatan Kota Banyuwangi ini.

“Kami akan seleksi adik-adik ini, nantinya yang terbaik akan kami kawal hingga mampu membuka kedai kopi. Syaratnya adik-adik harus komitmen, kita akan carikan program untuk mereka,” kata Lutfi menyemangati para peserta.

Edukasi roasting kopi ini, menutup rangkai Event perdana Pasar Organik dan Barang Antik. Rencananya, akan menjadi event rutin Forum Komunikasi Pemuda Karang Taruna Kecamatan Kota Banyuwangi. (sen)

_blank

Kabar Terkait