oleh

Datangi Ponpes Darussalam Blokagung, Anas Hanya Ditemui Juru Bicara

KabarBanyuwangi.co.id – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Blokagung untuk melihat langsung kondisi Ponpes terbesar di Banyuwangi, yang santrinya banyak dinyatakan positif Covid-19, Senin (24/8/2020).

Kedatangan Bupati Anas didampingi Wakapolresta, AKBP Kusomo Wahyu Bintoro, dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto serta Sekertaris Daerah (Sekda) Mujiono.

Namun kedatangan rombongan orang nomer satu di Banyuwangi ini tidak ditemui oleh sesepuh pengasus Pondok Pesantren. Bupati Anas dan rombongan hanya ditemui seorang pengasuh yang juga merangkap sebagai Juru Bicara Ponpes Blokagung, Nihayatul Wafiroh atau Nduk Nik.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Klaster Ponpes Bertambah Menjadi 82 Santri

Baca Juga: Klaster Baru Pesantren, Dinkes Perluas Penelusuran Kontak Pasien hingga Sterilisasi

Baca Juga: Duh!! Jumlah Pasien Covid-19 Kini 187 Orang, Diduga Klaster Baru dari Ponpes

Yang menarik, kendatangan Bupati Anas ke Blokagung, disiarkan langsung lewat akun Facebook Ponpes Darussalam, dengan judul Bupati “TILIK” BLOKAGUNG. Alhamdulillah akhirnya “TILIK” juga. Bahkan dalam siaran langsung tersebut, muncul ratusan komentar-komentar dari netizen.

Dalam siaran langsung kebanyakan komentar disamapikan oleh Wali Santri dan keluarga yang banyak memberi dorongan ke Ponpes Darussalam. Namun tidak sedikit pula para netizen menyayangkan, kedatangan Bupati yang kelahiran dekat Ponpes Blokagung tersebut dianggapnya terlambat.

“Seharusnya, sejak hari pertama ditemukan kasus itu, Bupati ada di lokasi,” ujar komentar netizen.

Kedatangan Bupati Anas hanya diterima di sebuah Tenda di Luar Ponpes. (Foto: istimewa)
Kedatangan Bupati Anas hanya diterima di sebuah Tenda di Luar Ponpes. (Foto: istimewa)

Usai pembicaraan dengan juru bicara Ponpes yang dilakukan di Posko luar kompleks Pondok, Anas secara simbolis memberikan bantuan obat-obatan dan sembako untuk kebutuhan para santri hingga bulan Desember 2020 mendatang.

“Saya minta Pemkab Banyuwangi membangun Posko di Ponpes Darussalam, sehingga mengetahui langsung kondisi kesehatan serta bantuan yang diberikan Pemkab nyampai atau tidak,” ucap Anas kepada sejumlah wartawan.

Namun sayang, wawancara Anas dengan wartawan belum usai, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh sorak sorai dari para santri yang ada di lantai atas asrama dekat lokasi. Sehingga sesi wawancara tidak terdengar dengan jelas, Anas pun langsung mempercepat langkahnya meninggalkan pondok pesantren.

Sementara itu, juru bicara Ponpes Blokagung, Ninik Wafiroh yang juga Anggota DPR RI dari PKB, menyampaikan permohonan maaf kepada Anas, karena para sesepuh pengasuh Pondok Pesantren Darussalam tidak bisa menemui dan menyambut kedatangannya. (sen)

_blank

Kabar Terkait