oleh

Deklarasi Mas Yusuf – Gus Riza, Undang Kelompok Masyarakat yang Terpinggirkan

KabarBanyuwangi.co.id – Selain mengundang tokoh-tokoh politik dan agama serta pendukung, para relawan, pasangan Mas Yusuf – Gus Riza dalam acara Deklarasi yang berlangsung di Hotel Luminor, Kamis (3/9/2020), juga menggundang kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.

Deklarasi yang disiarkan langsung melalu chanel Youtube https://www.youtube.com/watch?v=6BZ8g1MVpdk&feature=youtu.be, juga ada relawan dan pendukung Mas Yusuf – Gus Riza yang secara khusus nonton bareng acara tersebut di sebuah rumah makan di Kecamatan Glagah.

Berikut pidato sambutan lengkap Calon Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat siang, Om swastu astu, Namo Budaya, Salam kebajikan..

Salam sejateran bagi kita semua yang hadir di rungan ini. Salam takzim kami haturkan kepada alim-ulama, para kyai, ustadz dan ustadzah, dan seluruh warga Banyuwangi yang kami cintai di desa-desa dan di seluruh kampung pelosok dan di manapun berada.

Yang kami hormati para pumpinan Partai Politik di seluruh jenjang struktur, baik DPW, DPC, DPD hingga seluruh jajaran ke bawah. Yang kami hormati para anggota Fraksi PKB, Golkar, Demokrat dan PKS DPRD Kabupaten Banyuwangi.

Hari ini adalah hari tonggak sejarah Banyuwangi menatap masa depan yang lebih optimis. Yang lebih bargairah menempatkan wong cilik sebagai sokoguru pembangunan. Pemerintahan ke depan adalah duta-duta yang membawa misi kepentingan hajat hodup rakyat Banyuwangi. Pendopo Kabupaten adalah tahta untuk rakyat. Pemerintahan yang mengabdi tekun bekerja mamaksimalkan pengalaman.

Dengan keringat, kamu telah bekerja langsung. Bergulat selama hampir 10 tahun. Ada saatnya kerja tekun, ada saatnya pula kerja kobar. Setiap pemimpin beda cara. 10 tahun kami memilih kerja tekun. Kerja nyata bergulat tanpa citra berkobar-kobar suara. 10 tahun saya melayani dan bekerja untuk kemaslahatan warga desa-desa. Berbaur menyapa masuk ke dalam setiap pintu-pintu rumah rakyat.

Hadirian yang kami cintai….

Kepempimpinan bagi jalannya roda pemerintahan wong cilik adalah pelayan, pengabdi, petugas yang punya pengalaman mendedikasikan hidupnya. Banyuwangi 5 tahun ke depan harus melambungkan mimpinya. Kita adalah pintu terdepan daratan Jawa dalam merengkuh Indonesia bagian timur dan tengah.

Kita lebih pagi bekerja dibandingkan saudara-saudara kita yang tinggal di Kabupaten lain. Rakyat Banyuwangi dipimpin oleh seorang Pemilik Pengalaman, bukan pemerhati di balik layar. Kami akan mengawal keberlanjutan. Tidak cukup pula menjaga kesinambungan tanpa pengalaman.

Lebih dari itu, kamu memastikan keberlanjutan di tangan dan kaki sendiri dengan berdaya upaya mengajak rakyat membangun. Kuasa rakyatlah yang mebanyang-bayangi kami bekerja. Dan buka kuasa figur. Oleh karenanya, izinkan kamu meneruskan dan menuntaskannya. Izinkan kami mamastikan dan mengarahkan haluan Banyuwangi yang lebih berkeadilan, memakmurkan rakyat secara merata.

Hadirin yang kami mulayakan…

Rakyat Banyuwangi yang tercinta..

Di hadapan Bapak Ibu sekalain…

Bersama kami hadir tamu-tamu kehormatan Banyuwangi. Di mimbar inilah kami berdiri sama tinggi duduk sama rendah, mengajak segenap unsur pionir Kemajuan di hari esok.

  1. Bersama kami hadir tokoh agama, H. M. Ramli dan Ustadz M Toha berasal dari Ketapang, beliau menisbahkan dirinya untuk menjaga Banyuwangi dari nasionalisme melalui dakwah agama Islam, menjaga agar Banyuwangi bersih dari faham radikal.
  2. Hadir pula PaK Made Pasek, SH, seorang agamawan Hindu yang mengingatkan kita sebaga hamba-NYA, menjaga kerukunan antar umat beragama.
  3. Bersama kami Juga hadir para ibu rumah tangga, ada lbu Vonda dan Ibu Krisna, mereka sosok yang menjaga pilar di rumah tangga tetap kokoh, dia menggambarkan ibu kita perempuan pahlawan keluarga. Mereka adalah sosoK-sosok yang harus diagungkan karena dari lahir para ibu lahirlah pemimpin-pemimpin adil dan bijaksana.
  4. Hadir pula petani sang penabur benih pemberi makan kita, mas Imam dari Srono yang suda bergulat hampir lebih 10 tahun menjadi tulang punggung pangan Banyuwangi.
  5. Ada pemudi yang menanamkan harapan tinggi di esok dan yang optimis, Mbak Puspa, seorang pemudi yang masih menempuh studi dan berharap Banyuwangi bisa memberi rung bagi anak-anak muda berkreasi.
  6. Hadir juga seorang bapak, Pak Sutrisno, seorang Tukang bangunan proyek, setiap selama lebih dari 20 tahun berjuang untuk keluarganya agar sejahtera.
  7. Hadir juga saudara kita, Ibu siti Rubaiyah, seorang pedagang yang menitipkan harapan keluarganya, berharap kesejahteraan muncul di Banyuwang..

Merekalah Banyuwangi sebenamya, Banyuwangi yang makmur bersama semua rakyat Banyuwangi harus kita jaga kebhinekaan, kita harus pastikan keadilan bisa dirasakan segenap rakyat Banyuwangi.

Pilkada bukan tentang Yusuf Widyatmoko, bukan tentang Gus Riza. Pilkada ini tentang Banyuwangi yang menginginkan pemimpin yang memiliki pengalaman panjang menyongsong masa depan Banyuwangi jauh lebih baik.

Banyuwangi harus dibangun dengan kebersamaan menuju kemakmuran bersama, untuk logo kami adalah logo dua sosok yang bergandengan tangan menuju kesejahteraan. Maju bersama tidak bisa terwujud tanpa gotong royong. Kami sadar bahwa kami tidak bisa kami perlu seluruh rakyat Banyuwangi, dan kami berkomitmen siap menuntaskan amanat yang diemban kepada kami.

Mari songsong Banyuwangi yang Makmur Bersama untuk Semua Rakyat, bersama Pemilik Pengalaman, Mari Menuntaskan kebaikan untuk Banyuwangi. (red)

_blank

Kabar Terkait