oleh

Demy Kehilangan 38 Job Manggung Akibat Corona

KabarBanyuwangi.co.id – Artis populer lagu-lagu Using Banyuwangi, Demy mengaku kehilangan 38 job panggung akibat pandemi Covid-19. Jumlah ini terhitung sejak bulan Februari hingga bulan Mei, karena perkiraan memasuki Hari Raya Idul Fitri kondisinya sudah membaik, dan bisa manggung lagi.

“Manusia boleh merencanakan, Tuhanlah yang menentukan. Jadi hingga sekarang, saya dan tim banyak berkutat di Studio sambil terus berkarya. Ini kan masalah seni, dan inspirasi. Kalau dikurung terus di dalam studio ya kadang buntu juga,” ujar penyanyi yang mengawali karir dari mengamen di Bus, dan dari rumah ke rumah ini.

Demy enggan menghitung berapa jumlah kerugian materi akibat batal manggung. Mengingat masih banyak orang yang masih susah hidupnya, akibat pandemi Covid-19.

“Kondisi ini akhirnya menyadarkan kita semua, untuk lebih dekat dengan sang pencipta, Allah subahanahu wataalla. Tetapi kita harus tetap optimis dalam menatap masa depan. Itu sudah saya tuangkan dalam lagu, dengan bahasa campuran Indonesia, dan Using,” kata Demy sambil menunjukkan Link di Yuotube DemyYoker Official miliknya, Selasa (16/6/2020).

Baca Juga: Virgie Hassan Penuhi Request Penggemar, Jawab Lewat Channel Youtube

Kesuksesan Demy di kancah musik Pop Daerah berbahasa Using, bukan datang begitu saja, melainkan melalui perjuangan berdarah-darah. Setelah mengamen di jalan, Demy melanjutkan profesi sebagai Sales VCD Aneka Safari Record keliling ke sejumlah daerah.

“Sambil menjadi sales VCD, saat bisa belajar langsung selera para penggemar lagu-lagu Banyuwangian. Tidak heran, saat saya muncul pertama dengan cengkok yang khas, langsung bisa menggebrak pasar,” terang pembawa lagu yang sangat populer seperti Kanggo Rika, Edan Turun, Kelangan, Ngerekso Kangen, dan lain sebagainya.

Populeraritas lagu Using di masa Demy, sampai tembus di sejumlah daerah yang sebelumnya sulit ditembus karena basisnya lagu berbahasa Jawa.

“Saya sudah biasa tampil di daerah Mataraman, seperti Kediri. Bahkan selama bulan Ramadhan kemarin, seharusnya saya tampil keliling di sejumlahg Cafe di Kediri. Tapi dengan adanya Pamdemi, rencana itu gagal total.” ujar Suami dari Devita yang tinggal di Jajag, Kecamatan gambiran ini.

Istri beserta ke tiga anak tercinta Demy. (Foto: istimewa)

Bapak tiga anak, dua diantaranya cewek, masing-masing Shellomita (10 tahun), Shabiola (6 tahun), dan Kalimaya (4 tahun) ini, mengaku nasibnya sudah hancur akibat Covid, namun dirinya terus bersemangat berkarya sambil mencari bentuk, dan format penampilan baru yang tidak melanggar ketententuan pemerintah.

“Ada sih yang ngajak tetap manggung dengan mengabaikan larangan dari pemerintah. Tapi ajakan itu saya tolak mentah-mentah, karena bukan watak saya menentang kebijakan resmi sampai mengabaikan kepentingan orang banyak,” tegas penyanyi lagu Using Banyuwangi yang fenomenal ini.

Baca Juga: Adistya Mayasari, Masih Terus Berkaya Lewat Dunia Maya

Dalam berbagai kesempatan, Demy tidak bergeming untuk tampil secara nasional. Meski karyanya sudah menginternational, dengan tampil di channel Youtube, DemyYoker Official, dan jumlah pengkutnya ratusan ribu.

“Saya sudah lama mempunyai chanel Youtube sendiri, dengan program tetap setiap minggu posting lagu baru. Namun upaya tersebut masih kurang maksimal dalam meraih materi, karena pemilik label juga membuat akun yang sama, dan pengikut channelnya sangat banyak,” kata Demy merendah sambil berjanji akan terus meningkatan kualitas pengelolaan akunnya.

Meskipun gagal urung manggung, dan gagal mendapatkan materi, Demy hanya bisa pasrah. Kendati job-job sudah diikat lama, managementnya tidak pernah mengingkat kontrak dengan uang muka.

“Kami tidak pernah mengingat pengundang, dengan uang muka di depan sebelum manggung. Termasuk juga kelompok musik pengiring, dibayar saat sudah ada di lokasi. Sikap ini meski dilihat menjadi sebuah kerugian, namun bagi saya adalah keuntungan tersendiri. Saya tidak punya beban tanggungan, harus manggung karena sudah menerima uang muka.” pungkas Demy. (sen)

_blank

Kabar Terkait