oleh

Deteksi Dini Tsunami, BPBD Banyuwangi Tambah 3 Alat EWS

KabarBanyuwangi.co.id – Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, tahun ini akan kembali memasang 3 alat Early Warnaing Sistem (EWS), atau alat pendeteksi dini tsunami, di pantai selatan Banyuwangi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, rencana penambahan EWS itu akan dipasang di 3 titik. diantaranya, di perairan Lampon, Rajegwesi dan Pantai Gerajagan Bnyuwangi.

“Jika tidak ada halangan pada akhir tahun 2020 ini alat tersebut akan kita pasang di titik yang sudah ditentukan,”ujur Eka Muharram.

Selain EWS, BPBD Banyuwangi, juga telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi dan tempat aman untuk evakuasi. Rambu-rambu evakuasi itu, telah terpasang sekitar 90 persen di daerah rawan bencana alam, mulai dari bencana banjir, Gunung meletus, gempa bumi, hingga bencana alam tsunami.

Baca Juga: Korban Tenggelam di Pulau Merah Ditemukan Tewas di Pantai Mustika

Baca Juga: Sempat Terkendala Cuaca, Pencarian Korban Hilang di Pulau Merah Dilanjutkan

Eka Muharram menambahkan, pada prinsipnya dalam rencana kontigensi bencana, Kabupaten Banyuwangi telah siap.

“Tahun ini kita rencananya akan pasang 3 unit, yaitu di Rajegwesi, Lampon sama Gerjagan. Sehingga tahun ini pada kawasan rawan bencana dengan resiko tinggi atau KRB tsunami resiko tinggi itu 90 persen sudah terpasang,” tambah Eka Muharram

Untuk saat ini alat EWS yang terpasang dan berfungsi hanya 2 alat. Dua alat tersebut dipasang di Pantai Pancer dan Pelabuhan Muncar Banyuwangi.

“Sebenarnya Banyuwangi telah memilik 9 EWS bantuan dari BNPB. Tapi dari 9 alat 7 alat rusak dan tidak bisa berfusngi lagi,” ujar Eka

Baca Juga: Dua Wisatawan Tenggelam di Pulau Merah, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan

Eka meminta, kepada masyarakat agar tidak panik terkait hasil riset peniliti dari Istitut Teknologi Bandung (ITB) yang menyebutkan tsunami setinggi 12 meter diperkirkan terjadi di sepanjang pantai  Selatan Jawa Timur.

“Kami berharap masyarakat tidak panik menyikapi hasil penelitian ini, namun tetap waspada. Ini kan hasil penelitian, jadi belum tahu kapan terjadinya,. Akan tetapi sekali lagi kita tetap waspada saja,” pungkas Eka Muharram

Sebelumnya, peneliti dari ITB Sri Windiantoro menyampaikan hasil risetnya yang memperkirakan tsunami terjadi di sepnajang pantai Selatan Jawa Barat dan Jawa Timur.

Riset tersebut juga memakai data BMKG dan GPS. Dalam Risetnya Sri Widiantoro menyebutkan tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di Pantai Selatan Jawa Timur. (wan)

_blank