oleh

Disbudpar Banyuwangi Atur Strategi, Hadapi Dunia Pariwisata 2021

KabarBanyuwangi.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwista, terus mencari terobosan agar dunia pariwista yang lesu bisa kembali bergairah. Koordinasi dengan pelaku pariwisata di Banyuwangi terus dilakukan, dengan mengundang hadirkan mereka guna mencari cara terbaik agar dunia pariwisata Banyuwangi bisa hidup dan tetap tumbuh di masa sulit.

Bertempat di Pelinggihan Budhaya, Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Kadis Budpar MY Bramuda menyampaikan kondisi terkini dunia pariwsiata secara regional, nasional dan golbal.

“Industri Pariwisata, diprediksi baru akan pulih 6 bulan setelah vaksin Covid-19 diproduksi dan diedarkan.  Demikian hasil survey nasional tentang kepariwisataan nasional” ujar  MY Bermuda, di hadapan para pelaku pariwisata Banyuwangi, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: DKB Akan Pertemukan Kalangan Seniman Tradisional Dengan Seniman Santri

Menghadapi kondisi tersebut, Bramuda mengajak para pelaku pariwisata, diantaranya, Usaha Perjalanan Wisata, Himpunan Pramuwisata (HPI), usaha angkutan wisata (Travel Agent), Usaha kuliner, Tour Operator, untuk berdiskusi dan mengatur Strategi pemasaran wisata ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Bramuda sempat membeber tentang kondisi industri pariwisata di berbagai daerah di Indonesia serta peluang dan tantangannya. Semua pihak yang terlibat di dunia pariwisata, harus proaktif menangkap peluang dan mencari informasi kondisi terkini kepariwistaan pada masa pandemi.

“Saat ini perusahaan-perusahaan besar bertarung habis-habisan, untuk  berebut pasar pariwista. Kita bisa lihat, bagaimana usaha aplikasi seperti Grab multi menjalar kemana-mana. Bahkan sampai menjangkau usaha kuliner, untuk diajak kolaborasi. Ini sebenarnya sebuah ancaman, karena sudah tidak bisa lagi kita pasif menunggu tamu dari rumah sambil mengawasi web. Kita harus berebut,” kata Bramuda menyemangati.

Baca Juga: Seniman Berharap Ketua DKB Baru Bisa Mengayomi Semua Elemen Kesenian di Banyuwangi

Baca Juga: Kerjasama Dengan Mahasiswa Baijing Film Academy, Kemenpar Garap Film Pendek Pariwisata di Banyuwangi

Bram menambahkan, kondisi saat ini, para pelaku pariwisata Banyuwangi tidak lagi harus berkompetisi, tetapi justru harus kolaborasi. Semua unsur di dunia kepariwisataan Banyuwangi harus kompak, untuk menjaring tamu agar bisa singgah di Banyuwangi.

Menanggapi paparan Kepala Disbudpar, Ketua Himpunan Pramuwista Indonesia (HPI) Banyuwangi, Andika, mengusulkan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Periwisata.

“Tidak sebatas sertivikasi, tetapi juga perlu peningkatan SDM dilapangan. Perlu adanya pelatihan-pelatihan,” kata Andika.

Usulan HPI inipun langsung mendapat respon dari Disbudpar yang akan segera menyelenggarakan berbagai pelatihan, diantaranya, pelatihan Bahasa Prancis dan Mandarin. (bud)

_blank

Kabar Terkait