oleh

Disiplin Bermasker Masih Rendah, Petugas Kembali Hukum Push Up Warga yang Tidak Patuh

KabarBanyuwangi.co.id – Jumlah kasus positif Covid-19 di Banyuwangi, hampir setiap hari mengalami penambahan. Per hari Sabtu (08/08/2020) ini saja, tercatat 84 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari 84 orang yang dinyatakan positif Covid-19, 53 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, 28 orang laiya masih menjalani perawatan, 3 orang dinyatakan meninggal dunia.

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus melakukan upaya pendisiplinan agar warga selalu mengenakan masker. Dalam razia yang digelar di empat kecamatan, petugas gabungan dari unsur Satpol PP dan kepolisian banyak menemukan anak-anak muda usia pelajar yang asyik nongkrong di warung-warung tanpa mengenakan masker.

Saat dirazia petugas, sekelompok remaja langsung berupaya kabur menghindari razia. Tingkat kedisiplinan dalam menerapkan protokol keesehatan Covid-19 tampaknya masih sangat rendah.

Baca Juga: Kedapatan Tidak Bermasker, Tim Gugus Tugas Hukum Warga dengan Push Up

Baca Juga: Gugus Tugas Covid-19 Razia Tempat Karaoke dan Hotel di Banyuwangi Selatan

Baca Juga: Satgas Covid-19, Tutup Paksa Rumah Karaoke Terbesar di Kota Banyuwangi

Oleh petugas, warga yang tidak mengenakan masker langsung diberi teguran keras agar mengenakan masker saat berada di luar rumah. Sebagai langkah efek jera, petugas juga langsung meminta anak-anak muda yang tidak bermasker ini untuk push up.

“Malam ini kita razia di empat kecamatan yakni di Banyuwangi kota, Muncar, Gambiran dan Genteng. Hasilnya tadi masih banyak warga yang tidak mengenakan masker saat nongkrong di warung-warung. Tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19 masih rendah,” tegas Kasat Pol PP Banyuwangi, Anacleto da Silva yang memimpin razia, Sabtu, (8/8/2020) malam.

“Mereka  yang tak mengenakan masker langsung kami tegur keras dan kami hukum push up sebagai efek jera. Anak-anak remaja yang masih nongkrong-nongkrong tak menggunakan masker langsung kami minta segera pulang. Nongkrong boleh-boleh saja, asal pakai masker dan jangan bergerombol dalam jumlah banyak,” imbuhnya.

Petugas melihat ruang karaoke dipenuhi pengunjung. (Foto: man)
Petugas melihat ruang karaoke dipenuhi pengunjung. (Foto: man)

Selain di pusat keramaian, petugas juga kembali menyasar tempat karaoke yang ada di Kecamatan Gambiran. Petugas menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan pengelola karaoke seperti over kapasitas pengunjung dan tidak disiplin mengenakan masker. Selain memberi teguran keras, petugas juga mengancam akan menutup tempat karaoke jika dalam sidak selanjutnya masih ditemukan pelanggaran terkait protokol kesehatan Covid-19.

“Musim covid seperti ini masyarakat masih saja berkumpul di satu ruangan dengan banyak orang. Dari hasil sidak kami tadi, di satu hall karaoke tadi kami temukan sangat over kapasitas jumlah orangnya. Tentu ini sangat berbahaya, penularan covid tentu sangat beresiko di tempat seperti ini. Perlu ditutup tempat-tempat seperti ini,” ujar Suyanto, Sekretaris Komisi II DPRD Banyuwangi,yang mengikuti razia bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19, Sabtu malam.

Sementara itu, razia pendisiplinan akan terus digencarkan petugas dengan waktu dan tempat yang tidak terjadwal. Selama pandemi masih berlangsung, kebiasaan baru mustahil akan bisa berjalan maksimal jika masyarakat tidak menjalankan disiplin protokol kesehatan dengan baik. Untuk itu perlu adanya kesadaran dari masyarakat agar penularan Covid-19 bisa dicegah, salah satunya dengan mengenakan masker di mana pun berada. (man)

_blank

Kabar Terkait