oleh

DKB Harus Lebih Terlihat Kerjanya di Mata Seniman dan Masyarakat

KabarBanyuwangi.co.id – Pelukis senior Banyuwangi S. Yadi K, yang juga Anggota Dewan Penasehat Dewan Keseninan Blambangan (DKB), sangat berharap DKB di bawah kepempinan Hasan Basri lebih terlihat kerjanya oleh para seniman tradisional dan masyarakat umum Banyuwangi.

“Meskipun sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, namun tidak semata-mata sebagai pelengkap dari kegiatan kesenian yang dihelat Pemkab. DKB harus hadir di tengah permasalahan kesenian yang ada di Banyuwangi, bahkan harus yang paling depan memperjuangkan kelestarian kesenian daerah Banyuwangi,” kata pemilik Gallery Kawitan kepada kabarbanyuwangi.co.1d, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga: Saat Melantik Ketua DKB Baru, Bupati Anas Bantah Anak-Emaskan Seni-Budaya

Namun Yadi, begitu panggilan akrabnya, percara kepada DKB di bawah Hasan Basri, atau Kang Son. Saat rapat pertama di Gallerynya, tercetus adanya devisi baru khusus yang menangani seniman-seniman tua dan sudah tidak berkativitas lagi.

“Saat itu saya tanya, dari mana dana untuk menyantuni para seniman sepuh itu? Namun Kang Son menjawab dengan enteng, ya kita usahakan dan carikan, yang penting program ini harus jalan. Itu yang membuat saya sempat tertegun, karena sebelumnya tidak ada devisi ini dan yang memperhatikan nasib seniman tua,” kata pelukis yang tinggal di Jl. Widuri Banyuwangi ini.

Baca Juga: DKB Diminta Luruskan Kesenian Tradisional Banyuwangi Sesuai Pakem

Yadi menyadari, bahwa program sebagus apapun jika tanpa dukungan dan kerja keras dari jajaran pengurus yang ada, pasti tidak akan jalan.

“Oleh karena itu, saya sebagai orang tua, berharap banyak teman-teman yang menjadi pengurus dan sudah dilantik, bisa bekerja keras dan serius untuk mewujudkan program kerja yang sudah direncanakan,” tambah Pelukis yqang sering menjadi curhatan perupa muda ini.

Baca Juga: DKB Akan Pertemukan Kalangan Seniman Tradisional Dengan Seniman Santri

Sebagai pelukis, Yadi tidak ingin mendapatkan perhatian lebih dari DKB, karena para perupa Banyuwangi relatif mandiri selama ini. Bahkan kegiatan pameran dan event lainnya, juga sudah jalan.

“Saya minta kepada Kang Son dan kawan-kawan, tolong perhatikan kesenian lainnya. Termasuk mengembalikan kesenian-kesenian tradisional ke pakem yang ada. Banyak seniman senior yang masih ada prihatin, karena perkembangan kesenian tradisional berkembang dengan mengenyampikan pakem yang ada,” pungkas Yadi. (sen)

_blank

Kabar Terkait