oleh

Gerebeg Seribu Ketupat, Ngalap Berkah Syeh Maulana Ishak Agar Pandemi Covid-19 Sirna

KabarBanyuwangi.co.id – Warga Dusun Kemiren, Desa/ Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi menggelar acara “Gerebeg Sewu Kupat Lebaran Haji, Ngalap Berkah Syeh Maulana Ishak dan Sunan Giri”. Kegiatan yang dimaksudkan sebagai Haul Kapisan atau Ulang tahun Pertama Masjid Sunan Giri tersebut, juga diisi tausyiah oleh Ustadz yang juga Penyair Banyuwangi, Fauzi Abdullah.

“Kegiatan ini sebetulnya gagasan dari Pak Sumono Abdul Hamid, donatur pendiri Masjid yang juga warga Dusun Kemiren sekarang tinggal di Bogor. Saya dan para pengurus Takmir Masjid, kemudian merumuskan bentuknya dan jadilah acara yang pertama kali digelar dan mendapat antusiasme masyarakat,” ujar Susilo Wibosono, Ketua Panitia, kepada kabarbanyuwangi.co.id, Minggu (2/8/2020).

Susilo menambahkan, awalnya Masjid mendapatkan kiriman dua ekor kambing. Penyembelihan dilakukan pada hari tasyrik, atau setelah Hari Raya Idul Adha. Panitia menyediakan bahan ketupat, seperti janur dan dibagikan kepada warga Dusun Kemiren. Pada saat Hari Raya Idul Adha, warga sedang mengadakan acara bersih Dusun kemudian dilanjutkan sehari berikutnya “Gerebeg Sewu Ketupat”.

“Setiap warga diminta membuat 10 buji ketupat, kemudian diserahkan di Masjid. Nanti ketupat itu dimakan sendiri oleh warga dengan lauk gule dan sate kambing dari panitia. Kalau ditotal sebetulnya ada 1.500 lebih ketupat, karena jumlah penduduk Dusun Kemiren mencapai 150 Kepala Keluarga,” ujar Susilo yang juga Ketua BPD Singojuruh ini.

Gerebeg Seribu Ketupat Meminta Berkah dari Syeh Maulana Ishak atas Pendemi Covid-19. (Foto: istimewa)
Gerebeg seribu ketupat meminta berkah dari Syeh Maulana Ishak atas pendemi Covid-19. (Foto: istimewa)

Sebagai penegas atas peran Syeh Maulana Ishak dan Sunan Giri, panitia sengaja mengundang Ustadz yang mengetahui sejarah Islam di Banyuwangi.

“Ini sebagai awal dari kegiatan yang akan ditradisikan di Dusun Kemiren ini. Malah sebelumnya akan mengundang Kyai untuk mengisi pengajian pada malam harinya, tetapi rencana itu diurungkan melihat kondisi pandemi Covid-19,” tambah Susilo yang juga Kepala Sekolah SDN-2 Singojuruh ini.

Baca Juga: Bila Penyandang Tuna Rungu Mendapat Pelatihan Rosting Kopi

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Omzet Perajin Besek di Lingkungan Papring Meningkat 60 Persen

Sementara itu, Ustadz Fauzi Abdullah menjelaskan, untuk menghadapi pandemi Covid 19 tidak hanya ikhtiar lahiriyah. Juga harus dilakukan ikhtiar religi.

“Berhubung menurut sejarah, Syech Maulana Ishak ikhtiar secara lahir dan batin, berhasil mengatasi masalah pageblug di Belambangan, maka warga Dusun Kemiren Desa Singojuruh ngalap berkah ketabiban Syech Maulana Ishak dengan harapan semoga Covid-19 bisa teratasi,” urai Fauzi yang juga pegawai di Dinas Kebupdaya dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi ini.

Fauzi menambahkan, hikmah New Normal kita wajib pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Cuci tangan dimaksudkan, agar kita menjaga perilaku tangan dari kejahilan. Pakai masker dimaksudkan, agar manusia harus bisa menjaga lisan dari perbincangan dan fitnah. Jaga jarak dimaksudkan, agar kita menjaga diri dari segala yang dilarang Tuhan,” kata Kang Uzi yang juga dikenal sebagai Penyair Using.

Melihat kekompakan warga dalam menyambut acara ini, Susilo yakin tahun berikutnya akan lebih baik. Apalagi perayaan Haul Pertama Masjid Sunan Giri Kemiren, harus memperhatikan protokol kesehatan.

“Saya dan pengurus lainnya sangat ketat, bagi warga yang datang ke acara tanpa mengenakan masker langsung saya larang masuk. Panitia juga menyediakan tempat cuci tangan yang cukup di sejumlah titik. Jadi tidak ada alasan untuk mematuhi,” kata Susilo.

Usai acara tausyiah, warga mengambil Ketupat yang digantung di luar Masjid. Mereka tetap tidak boleh bergerombol dan hanya boleh makan bersama keluarganya di lokasi.

“Awalnya Ketupat itu diarak keliling kampung, tetapi rencana itu dibatalkan. Panitia kawatir terjadi kerumunan orang dan sulit dikendalikan. Semoga dengan acara Doa Bersama ini, pandemi Covid-19 segera sirna dari muka bumi,” pungkas Susilo Wibisono. (sen)

_blank