oleh

Hanura Rekom Ipuk-Sugirah, Ketua OKK Gus Fadh Reza Mundur Dari Partainya

KabarBanyuwangi.co.id – Ketua OKK Partai Hanura Cabang Banyuwangi, Fadh Reza menyatakan mundur dari Partai besutan Wiranto, setelah mengetahui DPP Hanura merekom Pasangan Ipuk-Sigirah sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Pernyataan mundur  disampaikan lewat akun Facebook yang bersangkutan, juga beredar luas lewat pesan WhatApps (WA). Cucu KH Abdullah Faqih Cemoro tersebut, mengaku kecewa dengan sikap partainya, serta menolak adanya dinasti di Banyuwangi.

Berikut status Facebook Fahd Reza hari ini (Selasa, 25/08/2020):

Selamat Tinggal Partai Ku.. 12 Tahun Aku Bersamamu.. Dan Aku Tak Pernah Menghianati Hati Nuraniku.. Hari Ini Lewat Pernyataan media Sosial Ini.. Saya Fahd Reza Menyatakan Mudur Dari Partai Hanura Setelah Hanura memberikan Rekomendasinya Kepada Pasangan IPUK & SUGIRAH

Apapun Konsekwensinya Hati Nuraniku sebetulnya Berat meningalkanmu.. karena Engkau tempatku belajar Berproses.. tapi Sudahlah..

Baca Juga: Pasangan Bacabup Banyuwangi, Mas Yusuf dan Gus Riza Dibaiat Kyai Sepuh PWNU Jawa Timur

Baca Juga: Partai Demokrat Resmi Usung Yusuf Widyatmoko Maju Pilbup Banyuwangi 2020

Baca Juga: Pilbup Banyuwangi 2020, Partai NasDem Pastikan Tetap Dukung Ipuk-Sugirah

Karena Demokrasi Anti Nepotisme dan Kroni Harus Berjalan Sesuai idealisme menurut Kacamata Saya.

BISMILLAH SAYA MUNDUR Dari HANURA.. sejak HARI INI.. TERIMA KASIH HANURA – TERIMA KASIH PARTAI KU..

Puluhan komentar langsung membanjiri status Facebook Fadh Reza, mereka umumnya menyatakan salut atas sikap jantannya, serta mendukung apa yang dialkukan Gus Fadh Reza. Namun saat ada yang mempertanyakan penguduran lewat medsos, Gus Fadh Reza berjanji secepatnya mengunduran tertulis dan bermaterai akan dibuat.

Jauh sebelum partai Hanura merekomendasi Pasangan Ipuk-Sugirah sebagai Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Banyuwangi, Fahd Reza sudah bersuara lantang menolak Dinasti di Banyuwangi.

Bahkan dalam salah satu komentarnya tentang adanya Buzzer di Banyuwangi, Fadh Reza menyarankan agar dijawab menggunakan Bahasa Using. Menurutnya, Buzzer tersebut merupakan orang-orang luar Banyuwangi dan tidak ada di Banyuwangi.

Sikap Politik Gus Fahd Reza yang menolak Dinasti
Sikap Politik Gus Fahd Reza yang menolak Dinasti.

Berikut status Facebook Fadh Reza yang menolak adanya Dinasti di Banyuwangi dalam Bahasa Using:

Wong Blambangan iku meneng, tapi aja rika usik kadhung sing kepingin ketampik. Kadar buru mung dadi 2 pereode bain, wis rumongso akeh jasane. Sampek hang wadon diadepaken.  He.. hang akeh jasane ring Bumi Blambangan sing mung sira thok…

(Orang Blambangan itu dia, tapi jangan kamu usik diamnya kalau tidak mau dotolak. Hanya baru dua periode saja, sudah merasa banyak jasanya, sampai-sampai istrinya dikedepankan. Hai…. yang banyak jasane di Bumi Bailambangan itu bukan kamu saja..)

Sementara itu Ketua DPC Partai Hanura Banyuwangi, Basuki Rachmat kepada sejumlah media mengaku heran, karena hingga saat ini rekom dari DPP Partai Hanura belum turun ke pasangan siapapun. Sebagai kader sejati, seharusnya tunduk kepada keputusan partai.

“Perlu dicatat, DPC Hanura Banyuwangi restrukturisasi kepengurusan. Pada struktur kepungurusan yang baru, Riza tidak masuk. Kalau kemudian Reza mundur dari kepengurusan, itu rancau dan tidak berpengaruh,” tegas Basuki.

Fadh Reza saat dikonfirmasi kabarbanyuwangi.co.id melalui sambungan telepon dan pesan whatApps (WA) serta inbox Facebook-nya, mulai kemarin petang hingga, Rabu (26/8/2020) siang ini tidak ada respon. (sen)

_blank