oleh

Hanyut Sejauh 700 Meter di Aliran Sungai, Balita 18 Bulan Selamat

KabarBanyuwangi.co.id – Musibah ini bisa menjadi peringatan bagi orang tua agar tak lalai dalam menjaga buah hatinya saat sedang bermain sendirian di sekitar rumah. Terlebih jika rumah kita berdekatan dengan sungai yang mengalir.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, balita berusia 18 Bulan dikabarkan tercebur ke sungai, dan hanyut terbawa arus sejauh 700 meter. Beruntung, tubuh balita yang sudah mengambang di aliran Sungai Blombong dengan kondisi tak berdaya, berhasil dievakuasi oleh warga yang sedang melintas di jalan raya, Senin (22/6/2020).

Korban pun lolos dari maut setelah warga memberikan pertolongan pertama untuk mengeluarkan air dari dalam tubuh korban. Selanjutnya, warga sekitar pun langsung membawa balita ini ke Puskesmas terdekat untuk dirujuk ke Rumah Sakit Al Huda Genteng.

“Korban Alhamdulillah selamat setelah ada warga mengevakuasinya. Kejadian sekitar pukul 08.30, korban bermain sendiri di depan rumahnya dan akhirnya tercebur ke sungai,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

Arman menambahkan, peristiwa naas ini pertama kali diketahui oleh warga bernama Setiawan (20) warga Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. Saat itu saksi yang sedang mengendarai motor curiga ada benda terapung di atas sungai.

Saksi sempat menduga benda terapung hanyalah sebuah boneka. Namun karena ada yang aneh, saksi langsung turun dari kendaraannya untuk mengambil benda mencurigakan yang ternyata adalah seorang tubuh balita laki-laki.

“Sempat dikira boneka, untuk memastikan, saksi itu langsung turun dari motornya mengambil benda yang ia curigai. Ternyata itu balita. Oleh saksi dan warga, tubuh korban yang sudah dingin langsung diangkat dan diberi pertolongan pertama dengan menjungkir tubuh, menepuk nepuk dada korban. Ada tanda-tanda korban masih hidup, korban langsung dilarikan ke rumah sakit bersama warga sekitar,” tambah Kapolresta.

Hingga kini, kondisi balita dari pasangan suami istri Hadi Muhsinin dan Anis sudah berangsur membaik. Korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Al-Huda Genteng.

Menanggapi musibah ini, pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar selalu memberikan pengawasan ekstra kepada anak buah hatinya, agar tidak timbul korban-korban lainnya.

“Ini bisa jadi pembelajaran agar kita sebagai orang tua untuk selalu menjaga anak balitanya dengan pengawasan ketat. Apalagi jika rumah kita berdekatan dengan sungai atau tempat berbahaya lain. Jangan biarkan anak bermain sendirian di sekitar rumah. Harus diawasi agar tidak ada korban lagi,” imbuh Arman. (man)

_blank

Kabar Terkait