oleh

Heboh Tubuh Kambing di Desa Paspan Mengeluarkan Aroma Daun Pandan

KabarBanyuwangi.co.id – Sejak ramai diperbincangkan di media sosial, kandang kambing milik Asmu’i (50), warga Dusun Pereng, Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi hampir setiap hari selalu ramai dikunjungi warga. Warga yang datang bukanlah menawar kambing untuk dibeli, melainkan mereka datang karena rasa penasaran dengan kambing milik Asmu’i yang kabarnya mengeluarkan aroma daun pandan.

“Setelah ramai di medsos, jadi saya penasaran dan bela-belain datang dari Muncar untuk memastikan kambing berbau pandan ini. Dan ternyata benar baunya memang beraroma daun pandan,”ungkap Hamim, salah satu warga Muncar, Minggu (2/8/2020).

Baca Juga: Tradisi Unik, Merias Hewan Qurban Layaknya Pengantin Baru

Baca Juga: Begini, Cara Ternak Ikan Mas Koki dengan Media Kolam Terpal

Baca Juga: Terapkan Protokol Kesehatan, Banyuwangi Keluarkan Panduan Transaksi Hewan Qurban

Sekilas, kambing jantan berusia lebih dari 2 tahun ini memang tampak seperti kambing pada umumnya. Namun, dari segi ukuran, kambing jenis menggolo ini terlihat lebih besar dan lebih memiliki tubuh yang kekar.

Pemilik kambing Asmu’i menceritakan, aroma daun pandan yang keluar dari tubuh kambing ini ternyata sudah berlangsung sejak usia kambing menginjak umur tujuh bulan. Saat itu, dirinya mengira aroma wangi berasal dari tumbuhan pandan yang ada di sekitar kandang.

Namun setelah dicek, tidak ada satu pun daun pandan yang tumbuh di sekitar kandang. Anehnya lagi, aroma segar daun pandan hanya tercium saat hari menjelang malam. Bahkan, aroma wangi pandan juga masuk ke dalam rumah warga di sekitar kandang hingga malam hari.

“Iya awal dulu ya enggak sengaja, sepulang ngarit cari makan kambing saya sempat takut kok ada bau daun pandang. Saya coba cek keliling kandang, tapi ternyata pusat bau pandan mengarah ke kambing saya yang satu ini. Saya enggak tau penyebabnya apa. Baunya itu keluar mesti menjelang magrib, bahkan sampai masuk ke rumah orang-orang,” cerita Asmu’i.

Asmu`i pemilik kambing. (Foto: man)
Asmu`i pemilik kambing. (Foto: man)

Asmu`i menambahkan, meski kambing jantan peliaraannya memiliki keanehan, dirinya mengaku tidak memberikan perlakuan khusus. Asupan makanan diberikan layaknya kambing pada umumnya, hanya dengan rumput maupun daun lamtoro yang ada di sekitar kandang.

“Makanannya juga biasa daun lamtoro, maupun daun-daun tumbuhan layaknya kambing lainnya. Tidak ada perlakuan khusus, setelah tau bau pandan begini ya tetap saya rawat biasa, tidak ada ritual atau perlakuan khusus juga,” tambahnya.

Sementara itu, meski banyak tawaran harga tinggi hingga belasan juta rupiah, Asmu’i enggan menjualnya kepada warga. Pemilik kambing memilih untuk tetap merawatnya bersama dua kambing lain yang ada kandang miliknya.

”Tidak saya jual, bahkan sempat ada juga orang yang mau tukar kambing saya ini dengan satu ekor sapi, tapi saya tidak mau. Tetap akan saya rawat saja,” pungkasnya. (man)

_blank