oleh

Ikuti Apel Kunjung Sekolah, Dua Siswi Jatuh Pingsan

KabarBanyuwangi.co.id – Beberapa sekolah di Banyuwangi, mulai menggelar masa orientasi sekolah dengan bertatap muka langsung di sekolah-masing-masing, salah satunya SMAN 1 Giri Taruna Bangsa di Kecamatan Giri, Senin (13/7/2020) pagi.

Di sekolah ini, 314 siswa-siswi baru diajak untuk mengenal lebih jauh tentang sekolah barunya secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Seperti, penggunaan masker, pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk kawasan sekolah, mencuci tangan dengan sabun dan seluruh peserta orientasi ini wajib menunjukan surat keterangan tidak sakit yang ditandatangani oleh orang tua masing-masing.

Untuk menghindari kerumunan, pelaksanaan masa orientasi atau kunjung sekolah digelar secara berkala selama lima hari. Waktunya tidak lebih dari dua jam, yaitu hanya diikuti 72 pelajar setiap harinya. Mereka diajak untuk mengenal sekolah barunya, mulai dari mengikuti apel di halaman sekolah, pengenalan guru, pemberian materi tentang aturan di sekolah, hingga materi tentang protokol kesehatan Covid-19 oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi.

“Masa orientasi ini kami sebut dengan kunjung sekolah. Kita sebelumnya sudah bersurat ke pihak Dispendik maupun Gugus Tugas, dan kegiatan kunjung sekolah dengan tatap muka langsung ini juga sudah disetujui oleh seluruh wali murid. Kita hanya lakukan dua jam dalam sehari,” kata Mujib, Kepala SMAN 1 Giri Taruna Bangsa.

Siswa-siswi baru ikuti apel dengan menerapkan jaga jarak fisik. (Foto: man)
Siswa-siswi baru ikuti apel dengan menerapkan jaga jarak fisik. (Foto: man)

Para siswa-siswi baru ini juga diajak menerapkan kebiasaan baru, dengan selalu menjaga jarak. Seperti saat melaksanakan apel di halaman sekolah ini. Jika biasanya para siswa hanya berjarak setengah lengan saat baris-berbaris, dalam masa pandemi ini peserta apel harus menjaga jarak hingga satu setengah meter.

“Nantinya, secara berkala masa kunjung sekolah ini akan digelar selama lima hari. Dari 314 peserta didik baru, per harinya nanti kita bagi 72 peserta saja untuk menghindari kerumunan. Seluruh peralatan protokol kesehatan sudah kami sediakan, mudah-mudahan harapan kami pandemi segera berlalu, agar anak-anak ini bisa sekolah seperti sedia kala,” harap Kepala SMAN 1 Giri Taruna Bansa

Karena baru merasakan kembali sekolah setelah lama hanya melaksanakan belajar di rumah, tercatat ada dua siswi yang pingsan saat mengikuti apel. Kedua siswi ini langsung dibopong keluar barisan untuk diberikan pertolongan oleh guru beserta anggota TNI/ Polri yang memantau langsung proses orientasi sekolah dengan kebiasaan baru ini.

TNI-Polri beri pertolongan kepada siswi pingsan. (Foto: man)
TNI-Polri beri pertolongan kepada siswi pingsan. (Foto: man)

Meski masih ada sedikit rasa was-was karena adanya pandemi Covid-19, para siswa-siswi mengaku senang bisa kembali ke sekolah karena selama ini mereka merasa jenuh hanya melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah secara virtual.

“Senang sih bisa bertemu teman baru, jadi ada kegiatan lagi di luar rumah setelah kita lama hanya melakukan aktivitas di dalam rumah saja. Kalau ditanya takut covid ya pasti was-was karena saat ini masih belum hilang virus ini. Tapi dengan tetap menerapkan protokol covid-19 seperti saat ini, saya yakin kita akan baik-baik saja,” terang Dinda Nurul, siswi baru di SMAN 1 Giri Taruna Bangsa.

Setelah masa orientasi kunjung sekolah secara tatap muka ini selesai dilaksanakan, seluruh siswa-siswi baru ini akan kembali lagi melaksanakan proses belajar mengajar di rumah masing-masing secara online.

Proses orientasi kunjung sekolah secara langsung ini terus dipantau oleh tim gugus tugas Covid-19 bersama TNI/ Polri. Tim gugus tugas akan terus mengevaluasi layak atau tidaknya pihak sekolah menghadirkan langsung siswa-siswinya ke sekolah di masa pandemi ini. (man)

_blank