oleh

Ini Alasan Pasien Positif Covid-19 Unggah Foto Sholat Berjamaah yang Sempat Viral 

KabarBanyuwangi.co.id – Foto Sholat berjamaah di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi diduga pasien postif Covid-19 yang sempat viral, ternyata diunggah oleh Firda.

Menurut pemilik akun Instagram @firdamakeup, sengaja mengunggah foto untuk memberikan semangat kepada siapapun, bahwa takdir tuhan itu sangat indah.

“Kami memberikan semangat kepada pasien Covid-19 untuk berserah diri kepada Tuhan. Kami tidak ingin pamer, tapi ini sebagai bukti syukur kami setelah lepas dari infus,” ujar Firda, Senin (10/8/2020).

Firda menambahkan, pertama kali masuk ruang isolasi III RSUD Blambangan, bersama anggota keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 wajib di infus. Hanya anaknya yang masih berusia 4 tahun tidak di infus.

Dirinya sengaja  mengupload seluruh aktifitas di dalam ruang isolasi di RSUD Blambangan, tujuannya agar masyarakat yang positif Covid-19 tidak takut dengan kondisi di ruang isolasi.

“Sebenarnya itu kan video kami Sholat berjamaah. Kita sengaja upload agar membuka mata masyarakat agar tidak takut, Covid-19 bukanlah aib. Memang nyata dan harus kita hadapi tidak perlu ditakuti. Asal kita melaksanakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga: Foto Diduga Pasien Covid-19 Sholat Berjamaah di Ruang Isolasi RSUD, Viral

Sementara itu, terkait pelayanan tim medis RSUD Blambangan Banyuwangi, menurutnya sangat baik. Tim medis selalu melayani dengan baik kepada pasien Covid-19. Fasilitas di ruang isolasi juga sangat representatif dan bagus, sehingga pasien tidak merasa di isolasi.

“Pelayanan pihak rumah sakit sangat baik. Seakan kami merasa sedang liburan tidak diisolasi. Petugas jaga setiap saat selalu menghubungi kami dan selalu memeriksa kondisi kami dengan pelayanan 24 jam,” imbuhnya.

Firda mengaku tertular Covid-19 dari kakaknya yang bekerja di Kota Probolinggo sedang mengalami sakit. Oleh keluarga sang kakak dipulangkan ke Banyuwangi. Beberapa hari menjalani karantina di rumahnya, Dinas Kesehatan Banyuwangi datang untuk melakukan rapid test, seluruh keluarganya.

Setelah dirapid tes anggota keluargaya dinyatakan reaktif, kemudian di swab. Selama menunggu hasil swab, satu keluarga diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Pada saat karantina itu hasil swab muncul, dan kami dinyatakan positif Covid-19. Akhirnya kami diminta melakukan isolasi di RSUD Blambangan Banyuwangi. Alhamdulillah kondisi kami membaik. Kami tergolong positif Covid-19 orang tanpa gejala (OTG),” pungkasnya. (red)

_blank

Kabar Terkait