oleh

Ini Cerita Janda Muda Diduga Korban Pemerkosaan Seorang Mengaku Dukun

KabarBanyuwangi.co.id – Mengaku sebagai orang pintar yang mampu menyelesaikan berbagai macam persoalan, seorang berinisial PD (32) terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian Polresta Banyuwangi, Sabtu (27/6/2020).

Menururt keterangan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, pria dengan penuh tato di tanganya warga Kecamatan Bangsalsari, Mojokerto ini diamankan polisi karena mengaku menjadi dukun bisa mengobati pasiennya. Korbanya adalah EM seorang janda muda warga Kecamatan Genteng.

Kejadian berawal pertemuan antara ibu kandung korban dengan pelaku. Kepada pelaku, ibu korban menyampaikan jika anaknya yang sudah lama menjanda tidak kunjung mendapatkan jodoh.

Baca Juga: Nyambi jadi Mucikari, Seorang Satpam Ditangkap Polisi

Baca Juga: Bejat! Bapak Diduga Setubuhi Anak Tirinya Hingga Hamil 5 Bulan

Baca Juga: Diduga Hendak Perkosa Model dengan Dalih Casting FTV, Oknum Produser Film Diamankan Polisi

Pelaku pun bersedia membantu agar anaknya segera mendapatkan jodoh, dan menikah. Selanjutnya ibu korban menyuruh anaknya menemui pelaku untuk berobat dengan membawa peralatan ritual seperti dupa, dan bunga kenanga.

“Jadi korban EM sorang janda tidak laku menikah hidupnya selalu sial. Selanjutnya pelaku berpura pura bisa melakukan pengobatan spritual dengan menghilangkan guna-guna. Korban diajak ditempat sepi, tepatnya di belakang bengkel dipinggir sungai. Tersangka mulai melakukan ritual. Pada saat memegang perut korban, timbul keinginan untuk menyetubuhi korban,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Sabtu (27/6/2020).

Kapolresta menambahkan, pada saat mejalankan aksinya pelaku dalam kondisi mabuk. Bahkan saat menindih korban, pelaku juga sempat mengancam akan mencekik leher korban. Lantaran ketakutan, korban hanya bisa pasrah digagahi oleh pelaku.

“Saat menjalankan aksinya pelaku sedang mabuk. Karena ketakutan akhirnya korban terpaksa pasrah untuk di setubuhi oleh pelaku. Setelah pelaku kecapekan menyetubuhi, korban langsung melarikan diri dan mengadu kepada orangtuanya,” tambahnya.

Oleh ibu korban kejadian tersebut dilaporkan ke Mapolsek Genteng. Tidak butuh waktu lama Tim Reskrim Polsek Genteng langsung mengamankan pelaku untuk dibawa ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan.

Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang buti seperti, 1 bendel dupa, dan korek api, bunga kenanga beserta mangkok plastik warna kuning, 2 botol kosong minuman Vodka, jaket warna hitam, daster warna pink kombinasi biru, celana dalam warna hitam, BH warna merah maron.

“Atas perbauatanya pelaku dijerat dengan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun,” pungkas Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin. (man)

_blank

Kabar Terkait