oleh

Jika Sugirah Terpilih, Pertama Kalinya Petani Jadi Wakil Bupati Banyuwangi

KabarBanyuwagi.co.id – Majunya Sugirah sebagai calon wakil bupati Banyuwangi disambut antusias kalangan petani. Hal ini mengingat Sugirah adalah seorang petani yang memulai usahanya dari nol dengan turun langsung menggarap lahan pertaniannya.

Menurut penuturan, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banyuwangi, Adil Ahmadiono dalam Gesah Tani, bersama kelompok petani kawasan utara (Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, dan Licin), di Dusun Gatog Desa Taman Suruh, Banyuwangi, dirinya sangat mengenal Sugirah. Karena selama 20 tahun, Adil bersama Sugirah aktif di KTNA dan HKTI.

“Selama ini tidak ada petani tulen yang menjabat sebagai Wakil atau Bupati Banyuwangi. Jika Sugirah terpilih, akan jadi pertama kalinya petani menjadi Wakil Bupati Banyuwangi. Sugirah berasal dari buruh tani. Keluarganya juga petani. Menjadi anggota DPRD Banyuwangi yang diurusi juga pertanian. Sudah saatnya petani duduk di pimpinan legislatif,” tutur Adil.

Baca Juga: Pengurus PKB Dapil V, Bersama Banom NU Bulatkan Tekad Dukung Mas Yusuf – Gus Riza

Baca Juga: KPU Sosialisasikan Aturan Pilkada Serentak, Kesehatan Masyarakat Jadi Prioritas

Baca Juga: Wakapolda Jatim: Pilbup Serentak Di Jatim Harus Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Adil menjelaskan dengan pengalaman Sugirah selama ini, akan menjadi solusi dalam mengoptimalkan pertanian di Banyuwangi.

Sementara itu, Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Bayuwangi, Sugirah mengatakan, tidak menyangka bisa dipilih untuk mendampingi Ipuk Fiestiandani sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.

“Saya sudah 3 periode menjadi anggota DPRD Banyuwangi dan bidangnya di pertanian. Sebenarnya saya mau pensiun, tapi ternyata saya dipanggil dan ditunjuk mendampingi Bu Ipuk. Jadi saya harus siap,” kata Sugirah.

(Foto: istimewa)
(Foto: istimewa)

Menurutnya, berdasarkan pengalamannya selama ini, banyak program disiapkan untuk memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir menjadi jawaban pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Di antaranya melalui program Kampung Tani, pertanian yang berbasis wisata dan pertanian organik.

“Melalui Kampung Tani, kesejahteraan petani melalui pertanian organik dan program terintegrasi dari hulu ke hilir akan mampu terangkat,” kata Sugirah.

Sugirah mencontohkan untuk meningkatkan produksi padi di kawasan selatan, penamanan menggunakan metode organik, sehingga produksinya sudah mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Selain metode organik juga menggunakan rotasi tanam, di mana pada masa-masa tertentu petani menanam holtikultura, untuk menjaga kualitas tanah.

“Saya ini petani dari nol. Tangan dan kaki saya berlumpur. Saya bekerja di bawah terik matahari. Jadi paham A sampai Z soal pertanian. Ini yang akan terus kami tingkatkan programnya untuk kesejahteraan petani,” paparnya. (red)

_blank

Kabar Terkait