oleh

Kangen Menu Makanan Using Jadul? Anda Bisa Pesan Lewat Online

KabarBanyuwangi.co.id – Awalnya buka Cafe Grand Hill di kawasan Kapuran Banyuwangi, namun sepi dan kemudian tutup. Sejak tahun 2018 mencoba peruntungan, dengan membuka warung makanan jaman dulu atau jadul lewat sistem online.

“Alhamdulillah, setiap buka pesanan lewat online, order bisa mencapai Rp. 800 ribu. Itu tidak buka setiap hari, tetapi bisa juga melayani pesanan khusus,” ujar Gudo Ribowo, Warga Ketosari, Banyuwangi mengawali pembicaraan dengan kabarbanyuwangi.co.id, Kamis (10/9/2020)

Pelasan atau pepes khas Banyuwangi dan lodeh. (Foto: istimewa)
Pelasan atau pepes khas Banyuwangi dan lodeh. (Foto: istimewa)

Menu yang ditawarkan antara lain:  Ketan Duren, Kolek Pisang, Semanggi Sambal Sere, Jangan Lodeh, Getuk, Pelasan Tongkol dan lain sebagainya. Selain itu, juga menjual nasi kotak, dengan budget Rp 15 ribu, Rp 20 ribu dan Rp 25 ribu.

“Kalau bahan baku semanggi saya jamin ada terus, karena bekerja sama dengan petani sebagai pamasok. Apalagi pelasan yang juga favorit, dijamin bahan-bakan ikan lautnya ada terus,” kata kakek dua cucu ini.

Bersama sang Istri Nur Indah, Gudo Ribowo terus mengembangkan usaha ini dari rumah. Bahkan setelah ada pandemi dan banyak orang yang tidak keluar rumah, pesanan makan lewat online dirasakan sangat menyenangkan.

“Saya setiap buka pesanan, disebar lewat Group WhatsApp setiap dua hari sekali. Jadi yang dimasak, sudah ada yang pesan semua. Minimal order Rp 20 ribu dengan ongkos kirim Rp 5 ribu khusus di Banyuwangi kota,” kata Bapak 6 putra-putri dan dua diantaranya sudah berumah tangga ini.

Ketan Durian dan kolak pisang. (Foto: istimewa)
Ketan Durian dan kolak pisang. (Foto: istimewa)

Gudo Ribowo yang tinggal di Perumahan Villa Kertosari Regency Blok D1 RT03 RW01 Kertosari Banyuwangi ini, juga menerima pesanan langsung melalui WhatsApp +62 813-3199-0500 atau hubungi istrinya, Nur Indah 085232256444.

“Selama pandemi ini, alhamdulillah omset setiap buka pesanan tidak pernah di bawah Rp. 500 ribu. Mungkin ini dampak orang malas membeli makanan langsung. Teman-teman yang penasaran, jauh-jauh dari Malang langsung ke rumah saya. Katanya cocok dan makyus rasanya,” pungkas Gudo Wibowo. (sen)

_blank

Kabar Terkait