oleh

Kantor Kecamatan Banyuwangi Kota Jadi Destinasi Barang Antik

KabarBanyuwangi.co.id – Banyaknya pihak yang pengajukan ijin kegiatan selama bulan Agustus, sedikit membuat pusing Camat Banyuwangi, Moch. Lutfi. Mengingat sekarang masih dalam kondosi pandemi Covid-19 tidak boleh ada kerumunan dan kegiatan yang mengundang orang banyak.

Kalaupun harus terselenggara kegiatan, tetapi harus mematuhi prtokol kesehatan yang sangat ketat dengan pengawasan langsung Satgas Covid-19 Kabupaten dan Kecamatan Kota Banyuwangi.

“Ini kegiatan Simulasi Event Protokol Kesehatan, karena banyak yang mengajukan ijin kegiatan 17-an di kelurahan dan kampung. Melalui Simulasi Blambangan Antik Expo 2020, warga bisa datang langsung melihat dan bisa mencontoh kegiatan simulasi. Mayarakat bisa mencotoh bagaimana lay-out dan mengatur sirkulasi pengunjung, juga tata letak barang agar tidak terjadi penumpukan pengunjung,” kata Lufti yang terkenal dengan konsep-konsep eventnya, Sabtu (8/8/2020).

Baca Juga: Menunggu Peran Pemuda Dalam Konsevasi Penyu di Banyuwangi

Baca Juga: Bila Penyandang Tuna Rungu Mendapat Pelatihan Rosting Kopi

Baca Juga: Komunitas Pemuda Etalase Gelar Pasar Organik dan Benda Antik

Secara tidak langsung, kegiatan pameran barang antik ini bisa menumbuhkan sektor ekonomi kreatif. Apalagi dalam kondisi normal baru seperti sekarang, hampir semua usaha mengalami kesulitan untuk tumbuh.

“Saya nggandeng anak-anak muda yang tergabung dalam Etalase Pemuda Banyuwangi. Mereka yang punya jaringan komunitas barang antik, serta merealisasikan konsep event seperti yang terjadi sekarang,” ungkap mantan Camat Singojuruh ini.

Blambangan Antik Expo 2020 yang menampilkan barang-barang, sebagai tujuan wisata saat pandemi Covind-19. (Foto: istimewa)
Blambangan Antik Expo 2020 yang menampilkan barang-barang, sebagai tujuan wisata saat pandemi Covind-19. (Foto: istimewa)

Melihat dari ragam barang yang dipamerkan, memang layak dikunjungi sebagai tempat wisata baru. Apalagi bagi penghoby benda-benda antik, sangat cocok bila datang dan menambah koleksinya. Sedangkan bagi pengusaha Homestay di Banyuwangi, benda-benda antik ini bisa menjadi ornamen ruangan atau menambah interior di tempat usahanya.

“Cocok sekali bagi pengusaha Resto, Cafe dan Homestay untuk mempercantik interior tempat usahanya. Ada banyak ragam benda antik, koleksi dari 15 vendor yang tergabung dalam Paguyuban Belambangan Antik. Harga yang ditawarkan juga beraragam, mulai ratusan ribu hingga 30 jutaan. Tergantung usia barang, serta bentuk barang,” ujar Novian Dharma Putra, Ketua Komunitas Pemuda Etalase Banyuwangi kepada kabarbanyuwangi.co.id.

Perabot Rumah Tangga kuno, juga banyak ditemui di arena Blambangan Antik Expo 2020. (Foto: istimewa)
Perabot Rumah Tangga kuno, juga banyak ditemui di arena Blambangan Antik Expo 2020. (Foto: istimewa)

Bagi Anda yang tidak punya kegiatan pada hari Minggu dan seminggu ke depan, jangan lewatkan Blambangan Antik expo 2020 mulai tanggal 7-16 Agustus 2020, setiap hari buka pukul 09:00 WIB hingga 21:00 WIB. Tidak ada tiket masuk, alias gratis.

“Jangan lupa gunakan masker sesuai protokol kesehatan, jika berkunjung ke Blambangan Antik Expo. Kami juga sediakan tempat cuci tangan di sejumlah sudut,” ujar pemilik Cafe Mobile Moca Cafe ini.

Sementara itu, salah seorang warga Banyuwangi mengaku terhibur, dengan melihat barang antik di pameran. Mengingat tidak mudah melihat benda langka, seperti senjata masa lalu mulai meriam hingga keris.

“Keren acara ini, bagi saya ini kesempatan langka. Apalagi event ini berlangsung di Banyuwangi, ada juga barang-barang antik asli Banyuwangi masa lalu,” kata Rayhan, pengunjung asal Kecamatan Giri, Banyuwangi. (sen)

_blank

Kabar Terkait