oleh

Kegiatan “Tabuhan Soren” di RTH Singojuruh Berhenti Sejak Sebulan Terakhir

KabarBanyuwangi.co.id – Kegiatan kesenian yang dipelopori anak-anak muda di Desa Singojuruh, sejak empat minggu terkahir tidak ada lagi. Kegiatan yang diberi nama “Tabuhan Soren Ngerandu Surupe Serngenge” itu, sudah setahun lebih berjalan setiap Sabtu sore di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Singojuruh.

Sejak pandemi, anak-anak muda tersebut sempat menggelar dua kali pertunjukan dengan prosedur dan ketentuan protokol kesehatan yang ditentukan Satgas Covid-19.

“Kami sudah taat peraturan, dengan mewajibakan panjak dan penari mengenakan masker dan face-shield. Kepada para penonton, juga kita chek suhu badan dengan thermogun dan wajib mengenakan masker. Kita semprot tangganya dengan handsanitizer, serta menjaga jarak duduk saat menyasikan pementasan,” ujar salah satu pengisi acara Tabuhan Soren yang enggan disebutkan namanya.

“Bahkan jauh sebelum acara, kita sudah membuat video tutorial cara menyasikan Tabuhan Soren saat normal baru,” imbuhnya.

Lihat Video Tutorial: https://www.instagram.com/tv/CCgfIISpKJ2/?igshid=1u64o6pr51rlq

Panitia mengakui, dua kali pertunjukan di era normal baru, hanya mendapatkan ijin lisan dari Pemerintahan Desa Singojuruh sebagai pengelola RTH. Namun ijin tersebut tidak disertai dengan mengerahkan Hansip atau petugas, untuk terlibat mengatur penonton.

“Lha Pak Kades malah mengusulkan, agar Tabuhan Soren dihentikan dan diganti dengan kegiatan lain pada malam harinya. Tentu saja kami menolak, karena tidak sesuai konsep awal,” tambah sumber itu.

Para pengisi acara Tabuhan Soren, sudah memenuhi Prtokol Kesehatan Covid-19
Para pengisi acara “Tabuhan Soren”, sudah memenuhi Prtokol Kesehatan Covid-19 (Foto: istimewa)

Kepala Desa Singojuruh, Suharto menolak tuduhan yang dianggap menghentikan kegiatan Tabuhan Soren. Pihaknya hanya menunda sambil menunggu kondisi membaik, serta membersihkan RTH agar layak digunakan kegiatan.

“Ini kita tata dulu, minggu depan kalau sudah siap akan kita hidupkan lagi Tabuhan Soren”, kata Suharto pejabat baru menggantikan, Sahuni sang koreografer saat dihubungi kabarbanyuwangi.co.id, Senin (10/8/2020)

Baca Juga: Kabar Gembira: Banyuwangi Wakili Jawa Timur Dalam Festival Musik Daring Nasional 2020

Baca Juga: Setelah Vakum Tabuhan Soren Dimulai Lagi, Penonton Sulit Dihalau

Baca Juga: Mamet Ndut: “Mak Pon Itu Keras Kepala, Tapi Nurut ke Saya

Suharto juga membatah, jika pihaknya akan memindahkan kegiatan Tabuhan Soren pada malam hari.

“Bukan memindahkan ke malam Minggu, tetapi kegiatan Tabuhan Soren akan kami lanjutkan pada malam harinya berupa pemberdayaan ekonomi warga. Jadi pada malam harinya, kegiatan kita isi dengan kuliner dan macam-macam UMKM yang ada di Singojuruh,” jelas Suharto.

Panjak Pengisi kegiatan "Tabuhan Soren" juga taat protokol kesehatan Covid-19. (Foto: istimewa)
Panjak Pengisi kegiatan “Tabuhan Soren” juga taat protokol kesehatan Covid-19. (Foto: istimewa)

Bantahan yang sama juga disampaikan Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Singojuruh Susilo Wibisono, bahwa pihaknya hingga saat ini belum ada konfirmasi, jika kegiatan yang diadakan secara swadaya oleh anak-anak muda itu dilarang oleh Kepala Desa Singojuruh.

“Kalaupun ada larangan, mungkin dari Satgas Covid-19 Kecamatan. Pihak Desa tidak pernah melarang kegiatan tersebut, bahkan sangat mendukung,” ujar Susilo Wibisono yang juga Kepala Sekolah SDN-2 Singjuruh ini. (sen)

_blank

Kabar Terkait