oleh

Keluarga Sempat Tolak Prosesi Pemakaman Pasien dengan Protokol Covid-19

KabarBanyuwangi.co.id – Seorang pasien suspect Covid-19 meninggal dunia di RS Al Huda, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jumat siang. Keluarga sempat menolak pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19 dan berencana akan memakamkan sendiri tanpa protokol pemakaman Covid-19.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin dengan didampingi pihak rumah sakit mencoba menjelaskan kepada pihak keluarga pasien suspect Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia. Penolakan terjadi karena pihak keluarga beralasan keluarganya yang meninggal dunia bukanlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun, setelah melalui mediasi yang cukup panjang, akhirnya pihak keluarga menerima jika salah satu keluarganya yang meninggal dunia dimakamkan sesuai protokol Covid-19 di TPU Karang Mulyo, Kecamatan Tegalsari dengan pengawalan pihak kepolisian.

Pasien merupakan seorang pria asal Kabupaten Pamekasan, Madura berdomisili di Kecamatan Pesanggaran. Pasien datang ke Banyuwangi pada 19 Juli 2020 lalu dan masuk rumah sakit akibat adanya keluhan batuk-pilek dan sesak nafas. Dari keluhan inilah, pasien diindikasi sebagai suspect Covid-19.

“Sangat mengarah ke gejala Covid-19. Cuma meskipun suspect pemulasaraan jenazahnya harus secara Covid-19,” jelas Jubir Guus Tugas Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono, Jumat (24/7/2020).

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin dan Tim medis serta keluarga sedang mediasi. (Foto: istimewa)
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin dan Tim medis serta keluarga sedang mediasi. (Foto: istimewa)

Sebelumnya, pihak rumah sakit telah melakukan uji swab kepada pasien dan mengirimkan sample swab ke Surabaya. Namun, sebelum hasil swab dari Balitbangkes keluar, pasien terlebih dahulu meninggal dunia di rumah sakit. Sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19, pihak rumah sakit tetap memakamkan pasien dengan protokol penanganan jenazah Covid-19.

“Alasan awal kami menolak itu karena keluarga kami ini (pasien) hasil swab nya belum keluar. Kami tidak ingin ada stigma buruk dari masyarakat kalau jenazah dimakamkan dengan protokol covid. Tapi setelah kesepakatan bersama dengan pihak keluarga semuanya dan demi kebaikan bersama, kami menerima pemakaman keluarga kami dengan protokol Covid-19,” tutur Bonari, perwakilan pihak keluarga pasien.

Secara umum, proses pemakaman jenazah berjalan lancar dan aman. Tidak ada penolakan baik dari pihak keluarga maupun warga lingkungan sekitar tempat pemakaman umum saat petugas berpakaian hazmat memakamkan pasien.

”Alhamdulillah semua berjalan lancar. Ini hanya miskomunikasi saja. Pihak kepolisian memberikan pengamanan sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak ada pengambilan paksa jenazah, setelah dimediasi dan dijelaskan, pihak keluarga menerima jika pemakaman dilakukan dengan protokol Covid-19,” ujar  Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

Sementara itu, per tanggal 24 juli ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Banyuwangi mencapai 49 orang, dengan rincian 38 orang dinyatakan sembuh, 2 orang meninggal dunia, sementara 9 sisanya masih menjalani perawatan. (man)

_blank

Kabar Terkait