oleh

Kodim 0825 Banyuwangi Gelar Festival Seni Bela Diri Pencak Silat Tradisional

KabarBanyuwangi.co.id – Setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, Festival Pencak Silat dalam rangka Komunikasi Sosial (Komsos) Kreatif TA 2020 akhirnya resmi dibuka oleh Komandan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto.

Selain jajaran Kodim 0825, pembukaan festival seni bela diri pencak silat tradisional yang disusun oleh staf teritorial TNI–AD ini juga dihadiri oleh para pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banyuwangi di Aula Penglima Sudirman Kodim 0825 Banyuwangi, (12/7/2020)

Dandim 0825 Banyuwangi dalam sambuntan dihadapan para pengurus IPSI, dan peserta dari lima pengguruan pencak silat tradisional menyampaiakan, berharap kegiatan ini mampu menjaring atlet pencak silat muda berprestasi agar dapat berjaya ke kancah nasional bahkan internasional.

Selain itu dirinya juga berpesan, pencak silat bukan hanya sekedar seni beladiri, namun juga menjadi bagian dari jalan hidup bagi para pelakunya. Karena pencak silat mengajarkan manusia untuk dapat menjalin hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungannya.

“Ini sebagai arena pengasahan bakat dan menyalurkan kreativitas, penyemangat jiwa muda sebagai momentum pembinaan mentalitas generasi muda yang kreatif inovatif dan adaptif. Sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap generasi muda,” kata Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, S.I.P.

Baca Juga: Jaga Kebugaran di Tengah Pandemi Covid-19, Babinsa Senam Bersama Warga

Baca Juga: Kesadaran Protokol Kesehatan Rendah, TNI-Polri Bentuk Tim Masker Blambangan

Baca Juga: Dharma Bakti Kepada Masyarakat, Kodim 0825 Banyuwangi Renovasi Mushola

Dandim menambahkan, digelarnya festival bela diri pencak silat tradisional ini selain untuk melestarikan budaya peninggalan leluhur, juga sebagai wahana komunikasi sosial dengan seluruh komponan masyarakat, guna menajamkan jiwa nasioanalisme, dan cinta terhadap tanah air bagi penerus bangsa.

“Tujuan kegiatan festival pencak silat tradisional ini untuk melestarikan peninggalan budaya luhur bangsa Indonesia tercinta. Menjalin komunikasi sosial kreatif yang sehat dan harmonis, sebagai arena pengasahan bakat dan  menyalurkan kreativitas, dan menajamkan jiwa nasionalisme,” tambah Dandim 0825 Banyuwangi.

Seni bela diri pencak silat tradisional. (Foto: man)
Seni bela diri pencak silat tradisional. (Foto: man)

Hidayat, salah seorang pengurus IPSI Banyuwangi menuturkan, karena masih masa pandemi Covid-19, sesuai dengan permintaan Dandim 0825 Banyuwangi, festival ini tidak melakukan kontak fisik secara langsung, melainkan hanya mengandalkan seni beladari.

Ada lima perguruan seni bela diri pencak silat di Banyuwangi yang ikut serta dalam festival ini. Festival dibagi menjadi dua katagori ganda putra putri, dan campuran. Sedangkan kriteria penilaian meliputi tiga unsur, yaitu, wiraga, wirama dan wirasa.

“Ada dua katagori ganda putra putri, dan campuran . Ini kelompok usia umur 17 sampai 21 tahun. Sesuai permintaan Dandim, yang dinilai ada tiga unsur, wirama, wiraga, wirasa, dan itu sesuai aturan baku IPSI. Dan ini berjenjang, hasil dari festival ini akan dikirim ke Korem dan Kodam V Brawijaya,” ucap Hidayat.

Sementara itu, pemenang kategori ganda putra, perguruan pencak silat, Suaka Pasung Laksa menjadi juara I dengan nilai 185. Juara II perguruan pencak silat, Persibas Asad dengan nilai 184, Sedangkan juara III perguruan pencak silat, Pamor dengan total nilai 165.

Untuk pemenang kategori ganda putri, juara I perguruan pencak silat, Pasung Laksa dengan nilai 203. Juara II perguruan pencak silat, Singo Wongso dengan nilai 164, dan juara III perguruan pencak silat, Tapak Suci dengan nilai 155.

Sedangkan pemenang Kategori Beregu, perguruan pencak silat, Suaka Pasung Laksa juara I dengan nilai 204.  Juara II perguruan pencak silat, Tapak Suci dengan nilai 200, dan juara III perguruan pencak silat, Singowongo dengan nilai 182. (man)

_blank

Kabar Terkait