oleh

KPU Banyuwangi Klarifikasi PAW Sugirah

KabarBanyuwangi.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi mengklarifikasi terkait pergantian antar waktu (PAW) H. Sugirah yang saat ini tengah mencalonkan diri sebagai wakil bupati mendampingi calon Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

Seperti diketahui, H. Sugirah yang sebelumnya duduk di kursi DPRD Banyuwangi telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan wakil rakyat sebagai salah satu syarat pencalonannya sebagaimana diatur dalam UU No. 10 Tahun 2016.

Dengan pengunduran H. Sugirah ini, maka kursi yang ditinggalkan akan digantikan oleh caleg PDI-P dengan perolehan suara terbanyak berikutnya.

Mengacu pada perolehan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019, PDI-P berhasil memperoleh tiga kursi di Dapil 4. Kursi pertama diraih Patemo dengan 12.071 suara, kursi kedua yakni H. Sugirah yang mendapatkan 5.946 suara, dan kursi ketiga Yayuk Banar Sri Pangayom dengan 4.527 suara. Suara terbesar keempat Andik Santoso dengan 4.450 suara disusul Eko Hariyono dengan 3.825 suara.

Baca Juga: KPU Terima LADK Paslon Pilkada Banyuwangi 2020

Baca Juga: Pilkada Banyuwangi, KPU Resmi Tetapkan 2 Pasangan Calon

Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banyuwangi, Ari Mustofa mengatakan, KPU sudah memanggil 3 orang terkait proses pergantian antar waktu (PAW) H. Sugirah.

“Yakni dua orang dari pengurus PDIP. Ketua DPC PDIP dan Wakil Sekretaris DPC PDIP pada pukul 10:00 WIB dan pukul 13:00 WIB, kami sudah mengundang hadirkan Andik Santoso selaku peroleh suara terbanyak urutan selanjutnya dari Dapil 4 PDIP,” kata Ari Mustofa, Rabu(7/10/2020).

Hasil Klarifikasi tersebut, Ari menyebutkan, ada dua jawaban berbeda yang dilontarkan dari pengurus PDIP dan yang disampaikan Andi Santoso yang saat ini menjabat Kepala Desa Sambimulyo.

“Dari pengurus PDI menyatakan bahwa Andik nonaktif dari kepengurusan dan keanggotaan partai. Sedangkan yang disampaikan Andik menyatakan nonaktif dari kepengurusan, tapi masih aktif sebagai anggota partai,” terang, Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banyuwangi ini.

Baca Juga: Pengumuman Penetapan Calon Bupati, KPU Banyuwangi Pilih Gunakan Website

Menanggapi perbedaan pernyataan tersebut, KPU bakal mengkroscek dokumen keabsahan keanggotaannya. KPU juga menginginkan bukti dari kedua belah pihak.

“Yang sudah diserahkan pada kami dari Pak Andik yakni bukti KTA dan SK pengangkatan (Andik) sebagai pengurus PDIP. Sedangkan dari pengurus PDIP melampirkan surat pernyataan nonaktif kepengurusan/keanggotaan partai,” tandasnya.

KPU melakukan klarifikasi setelah menerima surat dari DPRD terkait pergantian antar waktu H. Sugirah. (fat)

_blank

Kabar Terkait