oleh

KPU Banyuwangi Umumkan Jumlah Daftar Pemilih Tetap

KabarBanyuwangi.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Banyuwangi 2020 di Hotel Aston Banyuwangi, Rabu (14/10/2020).

Dari hasil rekapitulasi penetapan DPT, Divisi Data dan Informasi KPU Banyuwangi, Eko Sumanto merinci, ada 217 desa dengan jumlah TPS sebanyak 3.745. Sementara untuk jumlah pemilih laki-laki sebanyak 646.418, sedangkan pemilih perempuan sebanyak 658.491.

“Total daftar pemilih tetap Kabupaten Banyuwangi sebanyak 1.304.909,” jelasnya.

Jumlah tersebut, Eko menyebut, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan jumlah daftar pemilih sementara (DPS). “Penurunannya mencapai sekitar 4.900,” ujarnya.

Baca Juga: KPU Banyuwangi Klarifikasi PAW Sugirah

Baca Juga: KPU Banyuwangi Buka Pendaftaran KPPS, Inilah Syaratnya

Baca Juga: Cek Kesiapan Pilkada 2020, Komisi II DPR RI Sambangi Banyuwangi

Menurut Eko, penurunan jumlah pemilih itu ditengarai oleh beberapa faktor. Mulai dari adanya pemilih ganda, yang meninggal dunia, dan ada yang pindah domisili.

Sementara Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Hamim menambahkan, dinamika dalam proses DPS ke DPT ini sangat luar biasa. Sepertihalnya data daftar pemilih dari KPU RI mengalami penurunan sekitar 3.500. Namun setelah dicek ternyata ada pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS).

“Mengenai hal itu, kemarin sudah kita singkronisasikan bersama Panwascam ke KPU,” jelasnya.

Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini Rahman Menyerahkan Hasil Rekapitulasi DPT Ke Bawaslu. (Foto: fat)
Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini Rahman Menyerahkan Hasil Rekapitulasi DPT Ke Bawaslu. (Foto: fat)

Hamim menambahkan, Bawaslu berharap KPU bisa lebih memperhatikan serta memfasilitasi pemilih disabilitas.

“Kami meminta KPU untuk memperhatikan dan memfasilitasi penyandang disabilitas. Karena mereka juga punya hak suara. Sehingga harus betul-betul diperhatikan,” tegasnya.

Apabila tidak ada fasilitas yang memadai, menurut Hamim, mereka para penyandang disabilitas ini akan kesulitan untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Untuk itu, TPS-TPS harus ramah difabel. Termasuk mendata jumlahnya,” pungkasnya. (fat)

_blank

Kabar Terkait