oleh

KPU Simulasi Pencoblosan Pilbup 2020 Khusus Penyandang Dissabilitas

KabarBanyuwangi.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi menggelar sosialisasi dan simulasi pencoblosan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tahun 2020 kepada penyandang dissabilitas atau orang berkebutuhan khusus, Rabu (5/8/2020).

Komisioner KPU Banyuwangi Dian Purnawan mengatakan, sosialisasi sengaja dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para penyandang dissabilitas mengenai tata cara penyaluran hak suara saat hari pencoblosan nanti. Berdasarkan data pemilu Tahun 2019, jumlah dissabilitas yang memiliki hak suara di Banyuwangi mencapai 2.148 orang.

“Ini ikhtiar kita untuk mengakomodir saudara kita dissabilitas. Karena mereka juga memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihannya saat Pilbup nanti. Angka 2.148 orag kemungkinan bisa tambah, mengingat proses coklit masih berlangsung sampai tanggal 13 Agustus. Kita berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan angka partisipasi dissabilitas saat pencoblosan nanti,” kata Komisioner KPU Banyuwangi Devisi Humas dan parmas, Dian Purnawan.

Baca Juga: KPU Banyuwangi Gelar Rapid Tes, Pastikan Petugas PPDP Sehat Covid-19

Baca Juga: Bakal Calon Bupati Banyuwangi Mengaku Terkonfirmasi Covid-19

Dian menambahkan, kdalam kegiatan tersebut KPU juga memberikan penjelasan tentang tata cara penyaluran suara ditengah pandemic Covid-19, dan melakukan simulasi pencoblosan menggunakan alat bantu atau templet braile bagi dissabilitas netra.

“Pilbup kali ini terselenggara di tengah Coid-19, jadi ada protokol kesehatan ketat yang harus dilaksanakan selama tahapan Pilbup hingga hari pencoblosan di TPS nanti. Kegiatan ini harus kita sosialisasikan kepada saudara kita kaum dissabilitas. Sesuai dengan anggaran yang sudah kita susun, KPU menyediakan template braile sejumlah 3.745 buah sesuai dengan jumlah TPS. Jadi masing-masing TPS kita sediakan satu templet braile,” tambahnya.

Selain itu, saat pencoblosan nanti TPS yang dibuat harus aksesibilitas bagi penyandang dissabilitas daksa. Posisi TPS juga tidak boleh di tempat tinggi, sehingga kursi roda bisa lewat dengan mudah. Karena dalam UU 10 Tahun 2016, penyelenggara harus memberikan akses yang mudah bagi dissabilitas. Agar tidak ada dissabilitas yang kehilangan hak suaranya, KPU sudah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi dissabilitas.

“Saat mencoblos nanti, penyandang dissabilitas juga bisa membawa pendamping untuk menemani. Atau, bisa meminta bantuan kepada petugas TPS. Mungkin ada anggotanya yang belum terdata, atau belum didatangi oleh PPDP, kami minta datanya dan langsung kita eksekusi ke bawah,” pungkas Dian Purnawan.

Sementara itu, Windoyo, penyandang dissabilitas netra menyambut baik sosialisasi yang diselenggarakan oleh KPU Banyuwangi. Sebab kegiatan ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri dissabilitas lain untuk berpartisipasi dalam Pilbup 2020.

“Yang kami harapkan, kebutuhan kami seperti template braile, akses kursi roda dan sebagainya dipenuhi di TPS. Misal, bilik suara yang dipinggir parit sehingga menyulitkan pengguna kursi roda. Intinya, kita ingin saat pencoblosan nanti tidak menyulitkan bagi kaum dissabilitas,” ucap Windoyo (red)

_blank

Kabar Terkait