oleh

Malam 1 Suro Alas Purwo Ditutup Selama Tiga Hari, Para Pertapa Gigit Jari

KabarBanyuwangi.co.id – Mengantisipasi penyebaran Covid-19, kawasan wisata religi Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Kecamatan Tegladlimo, Banyuwangi ditutup sementara untuk umum sejak Rabu (19/8/2020). Penutupan dilakukan selama tiga hari hingga tanggal 21 Agustus mendatang.

Penutupan yang baru pertama kali dalam sejarah ini terpaksa dilakukan mengingat setiap tanggal 1 Suro, kawasan hutan di ujung timur Pulau Jawa yang terkenal angker ini selalu ramai didatangi warga dari berbagai kota untuk melakukan ritual suroan.

Dari data petugas TNAP, pada malam 1 Suro tahun lalu, tercatat sekitar 4. 000 pengunjung yang melakukan semedi di Alas Purwo. Agar wisatawan tidak membludak seperti tahun lalu, di masa pandemi seperti saat ini, petugas TNAP dan Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi sepakat untuk melakukan penutupan sementara akses masuk ke kawasan Alas Purwo.

“Penutupan kami lakukan sementara mulai tanggal 19-21 Agustus, karena puncak pengunjung biasanya terjadi pada malam 1 Suro. Data tahun lalu saja, sejak H-1 Suro sampai H+3 ada sekitar 4 ribu wisatawan atau pertapa datang ke sini. Agar tidak tejadi kerumunan di masa pandemi, kami bersama tim Gugus Tugas sepakat menutup sementara kawasan ini,” kata Noviyani Utami, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo Wilayah II Muncar.

Akses jalan masuk menuju TNAP dijaga ketat Tim gabungan. (Foto: man)
Akses jalan masuk menuju TNAP dijaga ketat Tim gabungan. (Foto: man)

Tim gabungan TNI/ Polri, Polhut, Linmas hingga tokoh masyarakat dilibatkan untuk menjaga pintu masuk Alas Purwo agar tetap steril dari pengunjung. Tidak sedikit rombongan wisatawan dar luar kota yang akan melakukan semedi di malam 1 Suro harus balik kanan akibat adanya penutupan.

Mujiono, wisatawan yang datang bersama puluhan temannya dari Jember harus rela mengurungkan niatnya untuk melakukan ritual di malam 1 Suro. Mereka mengaku tidak tau jika kawasan TNAP ditutup untuk pengunjung pada malam 1 Suro, karena tidak ada sosialisasi sebelumnya dari petugas.

“Bawa sekitar 21 orang. Tujuan kami ke sini ya untuk ritual 1 Suro. Kami tidak tau sebelumnya kalau ditutup, kalau tau ditutup ya enggak mungkin lah kami datang jauh-jauh ke sini dari Jember. Mau gimana lagi, kita enggak bisa masuk, terpaksa harus kembali meski sedikit kecewa,” ujar Mujiono saat berada di depan pintu masuk TNAP bersama rekan-rekannya.

Petugas berusaha menghalau kendaraan membawa rombongan wisatawan yang akan masuk kawasan TNAP. (Foto: man)
Petugas berusaha menghalau kendaraan membawa rombongan wisatawan yang akan masuk kawasan TNAP. (Foto: man)

Dengan adanya penutupan ini, petugas berharap masyarakat bisa memaklumi agar penularan Covid-19 bisa dihindari. Selain melakukan penutupan, petugas juga menyisir sejumlah pengunjung yang terlanjur masuk kawasan TNAP. Seluruh kawasan hutan disterilkan dari wisatawan, baik di gua, maupun tempat sakral lainya di TNAP yang biasa digunakan sebagai tempat bertapa para wisatawan.

“Ini pertama kali dalam sejarah, karena pandemi Covid yang memaksa kami melakukan aturan ini. Kami mohon maaf,dan semua pihak bisa memaklumi karena ini demi kebaikan bersama agar penularan Covid-19 bisa dihindari,” tutup Noviyani Utami. (man)

_blank