oleh

Masa Karantina Ponpes akan Dicabut, Santri OTG Otomatis Dinyatakan Sembuh Covid-19

KabarBanyuwangi.co.id – Memasuki hari ke-13 masa karantina massal, santri klaster Pondok Pesanten, di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, per tanggal 11 September 2020 sore, dari 624 santri yang terpapar Covid-19, hingga kini sudah ada 91 santri yang sembuh dari virus corona.

Mereka yang sembuh langsung dipisah ke gedung karantina lain agar tidak tercampur dengan santri yang masih berstatus positif Covid-19. Sedangkan 533 santri lainnya yang masih berstatus terkonfirmasi Covid-19, harus menjalani sisa masa karantina yang akan berakhir pada Minggu dini hari nanti.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Terapkan WFH dan Batasi Operasional Pertokoan

Baca Juga: Puluhan Diplomat Serap Strategi Pengembangan Pariwisata Banyuwangi

Sesuai petunjuk teknis penanganan Covid-19 revisi kelima atau yang terbaru, seluruh pasien tanpa gejala dan sudah menjalani masa isolasi lebih dari 10 hari bisa dikatakan sembuh dari Covid-19. Artinya, jika 14 hari masa karantina para santri ini sudah terlewati, ratusan santri yang masih berstatus positif Covid-19 berkategori tanpa gejala sudah bisa langsung dinyatakan sembuh tanpa harus melalui uji swab lanjutan.

“Iya, per hari Sabtu pukul 24.00 karantina massal di kawasan Ponpes di Kecamatan Tegalsari resmi akan kita cabut. Tidak ada perpanjangan. Mereka yang kategori orang tanpa gejala (OTG) dan selesai masa isolasi, bisa langsung dinyatakan sembuh. Tapi, bagi santri lain yang masih bergejala, mereka tetap harus menjalani masa isolasi tambahan selama 5 hari ke depan di dalam ponpes hingga mereka dinyatakan sehat dengan pantauan tim medis,” jelas dr Widji Lestariono, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, Jumat (11/9/2020).

Tenda BNPB untuk dapur umum dan mini hospital di sekitar pondok pesantren. (Foto: istimewa)
Tenda BNPB untuk dapur umum dan mini hospital di sekitar pondok pesantren. (Foto: istimewa)

Rio menambahan, masa karantina masal di kawasan ponpes tidak akan diperpanjang lagi. Seluruh aktivitas dapur umum yang menyuplai makanan para santri juga akan dibubarkan. Namun Dinas Kesehatan Banyuwangi masih akan tetap menyiagakan satu mini hospital dan tim medis di dalam ponpes yang akan memantau santri bergejala hingga mereka dinyatakan sehat.

”Secara umum karantina tidak akan diperpanjang. Nanti santri-santri yang statusnya positif Covid-19 dan mereka masih bergejala, tetap harus menjalani isolasi lanjutan selama 5 hari ke depan. Kalau masih belum sembuh juga, terus akan kita isolasi sampai mereka benar-benar sembuh,“ tambah Rio, panggilan karibnya.

Baca Juga: Melihat Penanganan Khusus Limbah Covid-19 di Klaster Pondok Pesantren  

Sementara itu, bagi santri-santri yang sudah dinyatakan sembuh, mereka sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, maupun berkumpul dengan santri lainnya. Setelah karantina masal ini dicabut, akses jalan raya menuju ponpes yang sempat ditutup total rencananya juga akan kembali dibuka untuk umum agar tidak sampai mengganggu perekonomian masyarakat sekitar.

“Mereka yang sudah dinyatakan sembuh boleh pulang ke rumah masing-masing atau tetap berada di ponpes. Tapi ingat, tetap saling jaga jarak, mencuci tangan, dan yang terpenting harus selalu menggunakan masker,” pungkas Rio. (man)

_blank

Kabar Terkait