oleh

Melestarikan Tradisi “Rabu Wekasan” di Pantai Cacalan, Sukowidi, Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Tradisi ‘Rabu Wekasan’ sudah ada sejak dahulu kala, sebelum pantai yang masuk Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi ini menjadi kawasan yang dikomersialkan. Bahkan saat saya masih kecil, setiap ‘Rebu Wekasan’ ramai dikunjungi orang-orang dari luar Lingkungan Sukodidi. Mereka datang dengan naik ‘dokar’, atau delman bersama keluarga.

Sesampai di pantai Cacalan, warga dari luar Kampung Sukowidi tersebut, melakukan doa tolak bala dan selamatan dengan bekal yang dibawa dari rumah masing-masing. Mereka datang ke Pantai Cacalan pada waktu itu, kebanyakan rombongan. Baik bersama anggota keluarga, juga bersama-sama orang satu desa.

Baca Juga: Tradisi “Sapar-Saparan” Desa Pondoknongko Kabat, Melarung Trumbu Karang Buatan

Baca Juga: “Janger Cilik Pasinan” Bangkit, Saat Anak-Anak Jenuh Akibat Covid-19

Baca Juga: Disbudpar Atur Jadwal Pentas Sanggar Tari, Janger dan Jaranan Selama Pandemi

Rebu Wekasan adalah ritual tradisi masyarakat Jawa, pada hari Rabu terakhir Bulan Safar atau bulan ke dua penanggalan Hijriyah. Ada keyakinan, jika pada Rabu terakhir di Bulan Safar, akan turun bala dan malapetaka. Makanya muncul kegiatan selamatan, atau doa kepada Allah SWT agar terhindar dari bala.

Pengelola Pantai Cacalan pada perayaan ‘Rebu Wekasan” tidak menggelar acara besar-besaran, namun hanya doa dengan mengundang Ustadz untuk memberikan pencerahan agama. Ustadz Nurin dari Lingkungan Sukowidi dalam penjelasan sikap sebelum membacakan doa, bahwa untuk terhindar dari bala adalah sering bersedekah. Selamatan yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini bagian dari sedekah.

“Semoga kita semua terhindar dari bala,” ucap Ustadz Nurin.

Acara Mohon Doa terhindar dari bala, diakhiri dengan makan bersama. (Foto: istimewa)
Acara Mohon Doa terhindar dari bala, diakhiri dengan makan bersama. (Foto: istimewa)

Bersama Aparat pemerintahan dari  Kelurahan Klatak,  Kecamatan Kalipuro, Polsek, Koramil, Tokoh Masyarakat dan seluruh warga masyarakat pantai Cacalan, ikut dalam acara doa bersama. Acara ini semata-mata saebagai wujud keinginan, memohon perlindung dari Allah SWT dan sekaligus ungkapan rasa syukur.

Meski berjalan secara sederhana, acara yang berjalan lancar tetap menerapkan Protokol Kesehatan. Semoga setelah pandemi Covid-19 usai, Pantai Cacalan kembali ramai dan kita sedang dalam proses kebiasaan baru menjalani kehidupan sehari hari.

(Penulis: Arif Mursyidi, Sekretaris Pokdarwis Cacalan, Lingkungan Sukowidi, Banyuwangi)

_blank