oleh

Nyambi jadi Mucikari, Seorang Satpam Ditangkap Polisi

KabarBanyuwangi.co.id – AG (46), seorang pria warga Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Kota Banyuwangi ini hanya tertunduk saat ditunjukkan kepada sejumlah awak media yang meliput di halaman Mapolresta Banyuwangi, Jumat (26/6/2020) sore. Profesinya sebagai satpam hotel malah disalahgunakan untuk mencari penghasilan sampingan dengan cara yang tidak patut.

Berdalih ingin menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-harinya, sang satpam ini malah menggeluti bisnis haram menjadi mucikari penyedia layanan esek-esek bagi para pria hidung belang. Dengan tarif Rp 1 juta, satpam berbadan tegap ini mampu menyediakan wanita sebagai teman kencan bagi para pria hidung belang.

Baca Juga: Bejat! Bapak Diduga Setubuhi Anak Tirinya Hingga Hamil 5 Bulan

Baca Juga: Hendak Bawa Kabur Honda Civic, Seorang Pemuda Babak Belur Dihajar Massa

Baca Juga: Diduga Hendak Perkosa Model dengan Dalih Casting FTV, Oknum Produser Film Diamankan Polisi

Dalam setiap transaksi, pria ini bisa meraup keuntungan sebanyak Rp 300 ribu. Kabanyakan pelanggannya adalah tamu-tamu yang ingin mendapatkan layanan seks saat mereka menginap di salah satu kamar hotel.

“Awal pengungkapan, satpam ini kami duga sebagai mucikari, saat ini sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Modus operandinya pelaku menerima pesanan dari seseorang pria agar mencarikan wanita dengan bayaran Rp 1 juta rupiah. Kemudian pelaku menelpon seseorang wanita agar bisa melayani pelanggannya dengan kesepakatan harga Rp 800 ribu,” ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin dihadapan para awak media yang mewawancarai.

Kapolresta menambahkan, kedok sang satpam ini berhasil terbongkar setelah Tim Buser Satreskrim Polresta Banyuwangi melakukan penggerebekan di salah satu hotel yang ada di Banyuwangi. Petugas menemukan seorang wanita, anak buah dari sang satpam saat sedang memberikan layanan pelacuran kepada pria hidung belang.

“Kemudian wanita yang kami tetapkan sebagai saksi itu datang ke hotel, lalu memberi uang kepada satpam ini senilai Rp 100 ribu. Dalam sekali transaksi, pelaku mendapat keuntungan Rp 300 ribu,” tambah Kapolresta.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa handphone yang di dalamnya terdapat bukti percakapan transaksi esek-esek, dan uang tunai senilai Rp 950 ribu. Diduga uang tersebut merupakan keuntungan menggeluti bisnis haram. Atas tindakannya, AG yang sehari-harinya bertugas menjaga keamanan ini, kini diamankan polisi.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 296 atau Pasal 506 KUHP atas dugaan mengambil keuntungan dari tindakan pelacuran yang ancaman hukumannya lebih dari satu tahun penjara,” pungkas Kapolresa. (man)

_blank

Kabar Terkait