oleh

Pasar Wit-Witan Menggeliat, Omzet Pedagang Meningkat

KabarBanyuwangi.co.id – Setelah melalui proses uji coba pelaksanaan Pasar Wit-Witan era Baru Normal, akhirnya Minggu (19/07/2020) pagi dibuka. Antisusiame pengunjung membeludak diluar dugaan, hingga penutupan pukul 10.00 WIB, tercatat sekitar 2.500 pengunjung berasal dari berbagai daerah.

Pasar Wit-Witan di Dusun Wonorokso, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, buka setiap hari Minggu pagi. Namun sejak pandemi Covid-19, Pasar Wit-Witan tutup total. Minggu sebelumnya (12/07/2020) telah dosisialisasi dan dilakukan “Trial” atau percobaan, kemudian visualnya dikirimkan ke Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, untuk mendapatkan sertifikasi Protokol Kesehatan.

Baca Juga: Sambut New Normal, Depot Nikmat Lengkapi Meja dengan Bilik Sekat

Baca Juga: Kegiatan Ekonomi Tetap Jalan, Protokol Kesehatan Diutamakan

Baca Juga: Minum Kopi Robusta Ijen di Alam Bebas, Nikmatnya Tanpa Batas

Sebanyak 70 pedagang aneka kuliner khas, dan pernak-pernik khas Banyuwangi ikut bagian dalam operasional Pasar Wit-witan yang diprakarsai PKK Dusun Wonorekso, Desa Alasamalang, Kecamatan Singojuruh. Sesuai protokol kesehatan, semua pedagang wajib mengenakan masker, pelindung wajah dan sarung tangan. Selain itu di sudut-sudut lokasi pasar Wit-Witan juga bertebaran tempat cuci tangan.

“Setiap pengunjuang yang datang, selain diwajibkan mengunakan masker dan cuci tangan, juga dilakukan chek suhu badan menggunakan thermogun. Mereka yang suhu panasnya melampui ambang batas, terpaksa dilarang masuk arena Pasar Wit-witan. Ketegasan sikap ini, sebagai bentuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto.

Jaga Jarak: Pengunjung Pasar Wit-Witan harus mematuhi prtokol kesehatan, dengan menjaga jarak antrian. (Foto: istimwa)
Jaga Jarak: Pengunjung Pasar Wit-Witan harus mematuhi prtokol kesehatan, dengan menjaga jarak antrian. (Foto: istimewa)

Selama berlangsung kegiatan Pasar Wit-witan, petugas Pol PP dan Linmas Kecamatan Singojuruh, tidak pernah henti mengingatkan pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan, dengan menjaga jarak dan tidak berjubel. Setiap stand, juga sudah diberi batas antrian.

“Petugas sempat kewalahan, begitu banyaknya pengunjung. Bahkan setelah evalusi yang dipimpin Bapak Camat, dihadiri jajaran Muspika Kecamatan Singojuruh, jumlah pengunjung memang di luar perkiraan kita. Dari segi penataan pemilik stand, rata-rata sudah mematuhi standar protokol kesehatan. Tinggal dari pengunjung, masih banyak yang tidak disiplin dengan tidak mamathui jaga jarak,” ujar Hadi Surigo, Kepala Desa Alasmalang.

Evaluasi pelaksanaan Pasar Wit-Witan yang dipimpin oleh Camat Singojuruh, Trisetia Supriyanto.(Foto: istimewa)
Evaluasi pelaksanaan Pasar Wit-Witan dipimpin oleh Camat Singojuruh, Trisetia Supriyanto.(Foto: istimewa)

Sejak ditutup beberapa bulan lalu, di awal pembukaan Minggu pagi ini pendapatan para pedagang meningkat tajam. Sebab para pengunjung sebagaian besar menghabiskan uangnya lebih dari Rp 50 ribu sekali berbelanja.

“Perkiraan kasarnya, omzet Pasar Wit-witan meningkat tajam. Asumsi kasar setiap pengunjung membelanjakan Rp. 50 ribu, sudah ratusan juta uang beredar di hari minggu ini. Itu masa pandemi, apalagi pada hari normal, tentu bisa lebih,” ujar Slamet Suwita, pemilik Stand Rawon Alas yang juga meningkat omzetnya dibanding kegiatan sebelumnya.

Kabar baik ini, akan memacu semangat pengelola Pasar Wit-Witan dan para pedagangnya, agar pelaksanaan Minggu depan lebih baik lagi.

“Dari segi pengawasan, terus kami tingkatkan dengan personil tambahan tentunya. Sehingga ke depan, pedagang dan pengunjung Pasar Wit-Witan akan terbiasa dengan kondisi normal baru,” pungkas Hadi Surigo. (sen)

_blank

Kabar Terkait