oleh

Pasien OTG Wajib Isolasi di Gedung Karantina Kecamatan Licin

KabarBanyuwangi.co.id – Tingginya angka penyebaran Covid-19 pada klaster keluarga di kabuaten Banyuwangi, membuat Tim Satgas Penanganan Covid-19 melakukan langkah preventif dalam mencegah penularannya. Salah satunya dengan menyulap Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PNS di Desa Tamansari, Kecamatan Licin menjadi gedung karantina khusus bagi pasien tanpa gejala (OTG).

Data terakhir yang diterima kabarkanyuwangi.co.id dari Satgas Covid-19 Banyuwangi mencatat ada 17 pasien OTG yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri di rumahnya, mulai dipindahkan ke gedung karantina khusus untuk menjalani isolasi dengan pengawasan ketat dari petugas. Agar imunitas tubuh tetap terjaga, belasan pasien-pasien OTG ini diajak untuk mengikuti senam pagi dipandu petugas berpakaian hazmat dari Puskesmas.

Mereka juga wajib mengikuti kegiatan non medis lainnya seperti bermain games maupun siraman rohani agar mereka tetap berpikiran positif selama menjalani masa karantina. Di gedung ini, tersedia 102 kamar yang disiagakan untuk menampung pasien OTG di Banyuwangi. Agar para pasien tetap merasa nyaman seperti di rumah sendiri, beberapa fasilitas seperti televisi, tempat ibadah,Wifi, fasilitas olahraga, suplai makanan, maupun sterilisasi ruangan juga rutin dilakukan.

“Untuk aktivitas pasien selama di gedung karantina sementara ini masih senam pagi, bermain games maupun terapi healing lainnya. Ke depan kita akan merancang kegiatan-kegiatan lain agar para pasien tak merasa bosan. Rencananya kita akan mendatangkan grup-grup musik untuk menghibur pasien dan pengajian di setiap malam Jum’at-nya,” ujar dr Widji Lestariono, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-75 TNI, Bupati Anas Ajak TNI Terus Bersinergi

Baca Juga: Disbudpar Gelar Bimtek, Efektifkan Promosi Wisata Melalui Media Sosial 

Baca Juga: Ini Pesan PCNU Banyuwangi, Pasca Ikhwan Arif Terpilih Ketua GP Ansor

Untuk petugas yang berjaga di gedung karantina ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga medis Puskesmas, TNI/Polri, Satpol PP, relawan dari BPBD Banyuwangi, maupun sopir ambulan yang terbagi menjadi 3 shift. Dalam setiap aktivitas yang dilakukan pasien OTG diberlakukan protokol kesehatan ketat. Termasuk seluruh petugas yang berjaga.

“Pasien tidak diperkenankan meninggalkan lokasi karantina sebelum masa isolasi selesai. Di gedung tersebut juga ada batasannya, orang lain selain petugas ber-hazmat dilarang masuk ke dalam gedung,” tambah Rio.

Karantina khusus bagi pasien OTG ini dirasa penting, mengingat angka penyebaran Covid-19 di Banyuwangi pada klaster keluarga dengan kategori tanpa gejala tergolong sangat tinggi.

“Iya benar, angka penularan pada klaster keluarga ini sangat tinggi dan mayoritas tanpa gejala. Dari hasil data maupun pemantauan selama ini, para pasien OTG yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya terpantau masih kurang disiplin,” ucap Rio.

Pasien OTG menjalani olahraga rutin. (Foto: man)
Pasien OTG menjalani olahraga rutin. (Foto: man)

Sejauh ini tercatat ada 163 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Banyuwangi berasal dari klaster keluarga. Mereka tertular lantaran salah satu keluarganya yang terlebih dahulu terkonfirmasi Covid-19 kurang disiplin saat menjalani masa isolasi mandiri di rumahnya.

“Banyak dari pasien OTG yang masih berinteraksi dengan orang lain, bahkan ada yang sampai keluar rumah. Maka dari itu, karena sekarang sudah ada  gedung karantina khusus, seluruh pasien OTG lebih baik menjalani isolasi di Gedung Diklat yang ada  di Licin,” tegas Rio.

Sementara itu, data per tanggal 6 Oktober 2020, di Banyuwangi sudah ada 1.391 kasus konfirmasi covid. Dengan rincian 1.129 pasien sembuh, 102 pasien meninggal dunia, sementara 160 pasien masih menjalani perawatan.

Diharapkan gedug karantna ini mampu mengurangi angka penyebaran Covid-19, sekaligus mengurangi rasa khawatir warga jika ada tetangganya yang harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Sebab, setiap pasien OTG wajib menjalani isolasi di gedung karantina yang telah disediakan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Ini wajib bagi seluruh pasien OTG, mereka harus karantina di Gedung Diklat PNS di Licin,”pungkasnya. (man)

_blank

Kabar Terkait