oleh

‘Pasraman’ Umat Hindu Merasa Tidak Diperhatikan Pemkab Banyuwangi Terkait Insentif

KabarBanyuwangi.co.id – Jika selama ini Pemkab Banyuwangi mengaku telah memberikan insentif kepada guru ngaji umat Islam, namun kesempatan yang sama tidak dirasakan oleh umat Hindu, yaitu para Pasraman yang ada di Pura dan Kampung Hindu.

Hal itu terungkap, saat Calon Wakil Bupati (Cawabub) Banyuwangi nomor urut 01, KH. Muhammad Riza Aziziy, atau Gus Riza, bertemu dengan Pemangku Pura se-Kecamatan Tegaldlimo (27/10/2020) malam.

Pertemuan dilakukan di halaman rumah Pak Jarwo, Dusun Gempol Dampit, Desa Kedungwungu Kecamatan Tegaldlimo. Umat Hindu terlihat antusias dan bersemangat, menyampaikan aspirasinya kepada Gus Riza yang diyakini bakal menang dalam Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

“Saya tahu sendiri guru ngaji, atau pengajar ilmu agama Islam dikumpulkan di GOR Banyuwangi, untuk menerima insentif. Saya tidak melihat dari mereka ada Guru Pasraman, Pemangku Pura Agama Hindu, yang ada hanya dari Islam dan Katolik. Padahal kami ini sebagai bangsa Indonesia, juga melakukan pendidikan agama yang saya yakini. Saya mohon Gus Riza bisa memberi keadilan,” kata Wagiran dari Pura Darma.

Baca Juga: Blusukan ke Kampung-Kampung, Ipuk Fiestiandani Dielukan-Elukan Warga

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi Dampingi Ikrar Netralitas ASN Se-Kabupaten

Selain masalah kesejahteraan Pasraman, umat Hindu juga mengeluhkan banyaknya warga yang belum punya surat nikah dari Kantor Catatan Sipil. Umat Hindu menuntut adanya ‘Isbat’, agar hubungan keluarga ada kepastian hukum.

“Mengingat anak-anak kami, kalau ngurus adminitarasi sekolah juga membutuhkan surat nikah. Jika tidak punya surat nikah, pasti akan kesulitan,” kata Santoso dari Pura Widya Jatisari.

Keluhan lain, juga masalah dana rehab tempat ibadah, Pura. Selama ini, pemangku Agama Hindu sering mengajukan proposal ke Pemkab Banyuwangi, namun tidak direspon atau kandas di tengah jalan.

“Padahal, umat dari agama lain bisa mendapatkan dana hibah untuk rehab tempat ibadah. Kenapa dana serupa tidak diberikan juga kepada umat Hindu?,” ungkap pemangku Pura Candra Dharma Purnama Kedungasri.

Seorang Pengurus Pura, sedang menyampaikan uneg-unegnya ke Gus Riza.(Foto: Tim YuRiz)
Seorang Pengurus Pura, sedang menyampaikan uneg-unegnya ke Gus Riza.(Foto: Tim YuRiz)

Menanggapi semua pertanyaan umat Hindu, Gus Riza terlihat sangat sabar menjawab dan mengurai satu persatu. Bahkan saat ada yang ragu, apakah Gus Riza bisa menepati janji jika terpilih? Putra Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung ini memberi kepastian, dengan mempertaruhkan nama besar keluarga.

“Jika sampean ragu apakah saya bisa menempati janji, itu wajar sebab memang sering terjadi. Namun saya tegaskan di sini, bahwa saya membawa nama besar Blokagung. Jika saya ingkar, itu akan berdampak pula dengan keluarga besar Blokagung. Termasuk para alumninya yang tersebar di seantero Banyuwangi,” tegas Gus Riza.

Baca Juga: KPU Banyuwangi Umumkan Jumlah Daftar Pemilih Tetap

Menantu KH. Nur Iskandar SQ , pengasuh Ponpes Kebun Jeruk Jakarta yang juga keluarga besar Ponpes Sumberberas, Muncar ini memastikan, masalah insentif Pasraman, Kesejahteraan Pamengku Pura, Dana Rehab Pura dan Sertifikasi Pura, sudah termasuk di dalam Program 9 Tuntas dari pasangan Mas Yusuf-Gus Riza.

“Saya memang diserahi ngurus masalah ini oleh Mas Yusuf, jika kelak terpilih. Saya juga akan membentuk Tim, untuk berkomunikasi dengan sampean semuanya. Melalui Tim saya, bisa diketahui keluhan dan permasalahan di bawah. Ini langsung saya kawal, tentu tetap koordinasi dengan Bupati. Masalah sertifikasi pura saya pastikan gratis, itu juga berlaku untuk tempat ibadah agama lain,” tutup Gus Riza (sen).

_blank

Kabar Terkait