oleh

Pengasap Ikan Pari, Sehari Menghabiskan 1 Kwintal

KabarBanyuwangi.co.id – Populeritas penyetan Ikan Pari, atau Iwak Pe, ternyata berdampak langsung terhadapi pengasap ikan yang ada di Dusun Tegalpare, Wringinputih, Muncar dan Dusun Kedungsumur Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo. Kedua tempat yang tidak jauh dari Pelabuhan Muncar ini, sebagai pamasuk aneka ikan yang akan diasap.

Saya sudah sering lewat di sekitaran Tegalpare, tetapi saat itu penasaran dengan tempat pengasapan ikan milik Mbah Sajum, RT 40 RW 05 Kedungsumur. Ternyata Mbah Sajum yang mengasap ikan di bagian belakang rumahnya, sehari bisa menghabiskan ikan 1 kwintal. Bahkan kalau bahan banyak, bisa lebih dari satu kwintal dan habis setelah usai diasap.

Ika asap produksi Mbah Sajum, diambil para pedagang untuk dijual kembali di Pasar-pasar sekitar Muncar dan Tegaldlimo dan Banyuwangi selatan. Dibantu istri dan anaknya. Setiap pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB, Mbah Sajum memotong aneka macam ikan, japit dengan bilahan bambu dan dikunci dengan batang daun pisang.

Menurut Mbah Sajum, ikan yang diasap tidak hanya Pe. Ada juga Ikan Kuniran, kakap, Ikan Remang  dan lain-lain. Selain ikan Pe yang favorit, juga ada ikan Babi Laut. Namun nama itu sekerang diganti dengan nama Ikan Sapi Laut. Pengalihan nama ini sengaja dilakukan, agar tidak terbayang dengan hewan Babi yang diharamkan ummat Islam.

Dibanding dua pengasap yang di Tegalpare, memang Pengasapan Ikan milik Mbah Sajum ini paling rame. Ternyata menurut keterangan dari para pembeli, karena Mbah Sajum konsistem menggunakan sabut kelapa untuk mengasap. Tidak heran, jika rasa ikap asap Mbah Sajum ini berbeda dari yang lainnya.

Harga ikan asap ini tergantung dari jenis ikannya dan besar kecilnya tusukan. Per potong atau per tusuk, mulai Rp 2500,- Rp 3000 hingga Rp. 4000,- Harga tersebut memang lebih murah bila dibanding dengan daerah lain, bisa mencapai Rp. 13 ribu per seperempat kilo, atau tiga tusuk.

Setelah membeli beberapa tusuk, saya langsung bergegas pulang. Istri di rumah sudah menunggu, sambil menyiapkan bumbu Masakan Pedas Khas orang Banyuwangi selatan. Kuah santan dan kemiri yang kental, serta daun kemangi, sudah membuat saya ingin segera merasakan Ikan Pe asap. Memang di tempat kami, jarang orang mamasak Ikan Asap iki menjadi penyetan seperti di Surabaya yang terkenal laris. (Hassan Kromotirto)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak megandung sara dan ujaran kebecian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait