oleh

Petani Buah Pesanggaran, Keluhkan Jalan Rusak Tidak Diperhatikan Pemerintah

KabarBanyuwangi.co.id – Kondisi jalan rusak di Banyuwangi, masih menempati keluhan tertinggi rakyat di pedesaan. Saat melihat melihat langsung proses pengepulan hingga jual beli buah-buahan Marhaen Squad, Yusuf Widyatmoko atau Mas Yusuf mendapat keluhan jalan rusak, terutama di kawasan penghasil buah-buahan.

Marhaen Squad, adalah salah satu pengepul hasil bumi di Dusun Ringinagung, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Pemilik Marhaen Squad, Ika Marhaen. sengaja menghadirkan warga setempat, untuk ikut berdiskusi dengan Calon Bupati (Cabup) Mas Yusuf yang berpasangan dengan, KH. Muhammad Riza Aziziy atau Gus Riza, Selasa (20/10/2020) siang.

Baca Juga: Ipuk Fiestiandani Siapkan Pengembangan BUMDEs Gerakkan Ekonomi Desa

Baca Juga: KPU Banyuwangi Umumkan Jumlah Daftar Pemilih Tetap

Selain mendeklarasikan program-program yang diusung Mas Yusuf-Gus Riza, pemilik nomor urut 01 ini juga membuka tanya jawab dengan warga yang kebanyakan petani jeruk, buah naga hingga cabai. Selain masalah kelangkaan pupuk subsidi, juga masalah jalan yang tidak layak di areal pertanian.

“Para petani di sini hanya mengharapkan perhatian pemerintah, agar akses jalan petani di kebun bisa layak dilalui. Meskipun kami berada jauh kota atau jauh dari wisata, tetapi jalan itu bisa melancarkan distribusi hasil pertanian,” ungkap salah satu petani saat mengajukan permohonan dalam pertemuan.

Mas Yusuf bersama pendukungnya petani buah. (Foto: Tim Yuriz)
Mas Yusuf bersama pendukungnya petani buah. (Foto: Tim Yuriz)

Masalah Pupuk Subsidi, Mas Yusuf kembali menegaskan pernyataanya, bahwa itu tidak terjadi di Banyuwangi saja. Secara Nasional juga langka, karena pemotongan dana subsidi hingga 50 persen. Sehingga, pengadaan Pupuk Subsidi dibatasi.

“Kalau masalah perbaikan jalan, ke depan pasti akan kita perhatikan. Oleh karena itu, kita perlu bersama memenangkan paslon 01, supaya nanti program kami terlaksana dan kami bisa melakukan perbaikan jalan,” tambah Mas Yusuf.

Baca Juga: Aktifis Muda Laporkan Oknum ASN Diduga Terlibat Kampanye Pilkada

Nanang Triatmoko, seorang petani setempat mengatakan, ia tetap menggunakan pupuk non-subsidi meskipun lebih mahal.

“Dengan adanya ini, saya rasa pupuk non-subsidi memiliki khasiat yang lebih tinggi daripada pupuk subsidi. Memang perhitungannya lebih mahal, tapi itu tidak banyak, dan hasil panen saya pun lebih baik,” tegasnya.

Mas Yusuf mengaku kagum terhadap petani yang cerdas menanggani masalah, seperti Nanang Triatmoko.

“Nah, untuk sementara ini kita harus bersabar. Apa yang dilakukan Nanang ini, sangat patut untuk kita contoh dalam masalah ini,” pungkas Mas Yusuf. (man)

_blank

Kabar Terkait