Penyekatan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jelang Larangan Mudik

KabarBanyuwangi.co.id - H-4 larangan mudik, setiap kapal yang sandar di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, selalu dipadati kendaraan dan para pemudik dari Pulau Bali. Pemudik didominasi kendaraan roda dua yang hendak pulang kampung ke berbagai daerah di Pulau Jawa, Minggu (02/5/2021) sore.


Menghindari penyekatan yang dilakukan petugas di Jawa Timur, banyak pemudik yang memilih pulang kampung menggunakan armada bus. Sementara kendaraan mereka diangkut menggunakan pickup yang mereka sewa dari wilayah Bali, melintasi jalur penyeberangan Jawa- Bali. 

Di pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang, personel gabungan Polresta Banyuwangi memperketat penyekatan. Benar saja, saat petugas menghentikan sejumlah armada bus yang membawa ratusan penumpang di pintu keluar, petugas menemukan sepeda motor pemudik yang ditaruh di dalam bagasi bus.

Para pemudik mengaku menaruh kendaraannya di dalam bus lantaran menganggap larangan mudik menggunakan sepeda motor sudah mulai berlaku saat ini. Padahal, seperti diketahui, larangan mudik baru mulai berlaku mulai tanggal 6 Mei mendatang.

Selanjutnya, seluruh penumpang di dalam bus diminta turun untuk diperiksa oleh petugas. Namun sayang, dari banyaknya pemudik yang berdesakan di dalam bus tak satupun mereka membawa surat keterangan sehat Covid-19 sebagai persyaratan untuk naik kapal.

“Saya enggak bawa surat Covid-19 karena di Bali biasa-biasa saja. Tidak ada pemeriksaan mulai dari Denpasar sampai Pelabuhan Gilimanuk,” ungkap Isnah (40) perantau asal Kecamatan Genteng, Banyuwangi ini.


Keterangan Gambar : Petugas menemukan kendaraan sepeda motor di bagasi bus. (Foto: Firman)

“Kalau tau ada pemeriksaan begini saya pasti akan tes Covid-19 sebelum menyeberang. Ini saya sama Pak Polisi di Banyuwangi suruh tes GeNose dulu sebelum melanjutkan perjalanan,” imbuh Isnah.

Sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19, oleh petugas, pemudik yang tak membawa surat Covid-19 diminta untuk menjalani tes cepat Covid-19 yang disediakan pihak pelabuhan sebelum mereka melanjutkan perjalanan.

“Semua yang enggak bawa surat di cek suhu tubuhnya dulu, kalau normal langsung menuju tes cepat Covid-19 di pintu masuk pelabuhan,” kata Kapolsek KP3 Tanjung Wangi, AKP Ali Masduki.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kompol Akhmad Fani Rakhim yang memimpin operasi penyekatan menambahkan, penyekatan ini penting dilakukan mengingat Pelabuhan Ketapang merupakan pintu masuk satu-satunya kendaraan dari Bali menuju Pulau Jawa.


Keterangan Gambar : Ratusan pemudik yang tidak membawa surat Covid-19 disuruh tes GaNose. (Foto: Firman)

“Seluruh penumpang kapal yang tak dapat menunjukkan surat sehat Covid-19, kami arahkan untuk tes cepat Covid-19 metode geNose dulu sebelum masuk ke Jawa Timur. Penyekatan ini penting kita lakukan mengingat gelombang pemudik sudah mulai berdatangan di Ketapang jelang adanya larangan mudik,” tegas Kompol Akhmad Fani.

Sementara itu, akibat banyaknya warga yang mengantri untuk tes GeNose, kerumunan di pintu masuk ASDP Ketapang tak terhindarkan. Mereka berdesakan di lorong sempit untuk menunggu hasil tes cepat Covid-19 sebagai persyaratan memasuki wilayah Jawa Timur.

Petugas Pelabuhan kewalahan untuk menghimbau warga agar tak bergerombol dan saling menjaga jarak sebagai antisipasi penularan Covid-19. Gelombang pemudik ini diprediksi akan terus mengalir hingga H-1 larangan mudik diberlakukan. (man)