oleh

Polisi Tembak Kaki Residivis Pelaku Jambret Dalam Operasi Sikat Semeru 2020

KabarBanyuwangi.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi mengungkap delapan kasus tindak kriminal selama Operasi Sikat Semeru 2020. Dari delapan kasus terdapat tiga kasus yang sangat menonjol dilakukan oleh ketiga pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengungkapkan, yang pertama kasus pencurian disertai dengan kekerasan atau jambret. Pelakunya adalah seorang residvis berinisial GG (39), warga Kelurahan Kertosasari, Kecamatan Kota Banyuwangi.

Modus pelaku yang sudah sering kali masuk penjara dalam kasus serupa ini mengincar para korban wanita usai mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk dibuntuti.

“Pelaku membuntuti korban dan melakukan aksinya pada saat tidak ada orang. Saat di jalanan sepi, pelaku menyalip dan memepet kendaraan korban kemudian mengambil dompet yang dikalungkan dilengan tangan korban. Ada enam orang semuanya wanita yang jadi korban,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Polisi Bekuk Diduga Sindikat Penipu Modus Hack Nomer HP dan WA Lintas Provinsi

Baca Juga: Tarik Paksa Kendaraan Kreditan, Oknum Debt Collector Dibekuk Polisi

Baca Juga: Berdalih Bisa Cairkan Uang Pinjaman Miliaran, Ibu Rumah Tangga Tipu Warga

Selain menangkap pelaku, polsi juga menyita sejumlah barang bukti berupa handphone hasil menjambret, dan sepeda motor scoopy yang digunakan beraksi. Lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap, polisi terpaksa menghadiahi timah panas di kaki residivis kambuhan ini.

Kaplresta menambahkan, kasus kedua pelakunya adalah seorang perempuan berinisial S (53) warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Perempuan ini nekat menjambret tas berisi handphone dan sejumlah uang saat korban berbelanja di pasar Kecamatan Sempu.

“Modus pelaku ini pura-pura belanja di pasar sembari menunggu korban lengah. Saat korban lengah, pelaku merampas tas kemudian melarikan diri menyelinap ditengah kerumunan banyak orang di dalam pasar. Dari tangan pelaku juga kita amankan barang bukti uang Rp. 900 ribu, dan handphone milik korban,” tambahnya.

Sementara kasus yang ketiga dilakukan oleh pelaku berinisial K (45), warga Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat. Modus yang dilakukan pelaku K ini saat korban sedang bermain dipinggir jalan kemudian didekati dan menjambret handphone para korbannya

“Modus yang diakukan pelaku K adalah mendekati para korban, kemudian menjambret handphone. Setelah menjambret, langsung kabur. Ketiga pelaku ini kita jerat pasal berbeda. GG dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. Sedangkan pelaku S dan K kita jerat pasal 363 KUHP Jo  362 KUHP ancaman hukuman pidana 7 tahun penjara,” pungkas Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin. (man)

_blank

Kabar Terkait