oleh

“Rebound Banyuwangi”, Hidupkan Kembali Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

KabarBanyuwangi.co.id – Tumbuhnya ekonomi pariwisata di Banyuwangi, dengan penerapan protokol kesehatan ketat mendapatkan apresiasi dari Kemenparekraf. Apresiasi tersebut diwujudkan dengan memdukung acara “Rebound Banyuwangi”, untuk menghidupkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif di era new normal.

Kegiatan Rebound Banyuwangi dimulai dengan agenda sosialisasi kebiasaan baru, menghadapi pandemi Covid-19 di Banyuwangi. Acara digelar di Hall Hotel Santika, dihadiri 50 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Banyuwangi. Harapannya, ada pemantapan visi yang sama pelaku pariwisata terhadap budaya baru wisatawan ke depan, yaitu lebih mementingkan sehat dan aman dalam berwisata.

Baca Juga: Tiga Sanggar Tari Bersatu Garap Sendratari “Sritanjung Hidup Kembali”

Baca Juga: Disbudpar Gelar Simulasi Seni Pertujukan Sendratari Sritanjung Hidup Kembali

Kegiatan lanjutan Rebound Banyuwangi, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari bertempat di destinasi Grand Watu Dodol (GWD). Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan alat kebersihan, face shild, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, tandu lipat, dan toilet portabel. Barang-barang tersebut, diperuntukkan untuk sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi yakni, Agro Wisata Tamansuruh, Pulau Merah, Pantai Mustika, Taman Nasional Alas Purwo, Bangsring Underwater, dan Grand Watu Dodol.

“Bantuan ini diberikan sebagai bukti atas komitmen Kemenparekraf/Baparekraf, untuk meyakinkan wisatawan, bahwa Banyuwangi adalah daerah tujuan wisata dan tempat MICE yang aman dan bersih untuk dikunjungi. Sehingga wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, tidak perlu khawatir berkunjung ke Banyuwangi. Kita perlu menunjukkan kepada dunia, bahwa Banyuwangi sebagai destinasi aman untuk dikunjungi pasca pandemi Covid-19,” kata Hari Santosa.

Kadisbudpar Banyuwangi, saat memberi pengarahan kepada palaku pariwisata Banyuwangi. (Foto: Disbudpar Banyuwangi)
Kadisbudpar Banyuwangi, saat memberi pengarahan kepada palaku pariwisata Banyuwangi. (Foto: Disbudpar Banyuwangi)

MY Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi mengapresiasi dan berterimaksih kepada Kemenparekraf yang telah memberikan banyak suport atau dukungan dalam bentuk peningkatan SDM dan bantuan peralatan untuk memaksimalkan protokol kesehatan yang dijalankan oleh seluruh destinasi.

“Para pelaku pariwisata di Banyuwangi juga kami tekankan, jualan kita tidak lagi sekedar harga murah dan suguhan wisata indah. Namun, harus memenuhi protokol kesehatan dan keamanan,” jelas Bramuda.

Baca Juga: Kegiatan “Tabuhan Soren” di RTH Singojuruh Berhenti Sejak Sebulan Terakhir

Pemkab Banyuwangi telah melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Agar Kebijakan ini, mendapat legitimasi saat penerapan di lapangan tentang adaptasi kebiasaan baru di seluruh destinasi dan pelaku pariwisata se-Kabupaten Banyuwangi.

“Selanjutnya wisatawan yang ingin ke Banyuwangi tidak perlu ragu lagi. Destinasi, restoran dan hotel sudah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, bahkan sudah mendapatkan sertifikasi dari tim gugus tugas Covid-19 kabupaten,” tambah MY. Bramuda.

Hanya dengan mengunduh aplikasi “Banyuwangi Tourism”, anda akan dipandu berwisata ke Banyuwangi secara sehat dan aman hanya dengan menyentuh Handphone.

(Penulis: Fauzi Abdullah – Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait