oleh

Rekrutmen Pengawas TPS Berakhir, Dua Kecamatan Kekurangan Peminat

KabarBanyuwangi.co.id – Tahapan penerimaan Pengawas Tempat Pengumutan Suara (TPS) oleh Bawaslu Kabupaten Banyuwangi pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 resmi ditutup. Namun, meski sudah ditutup, jumlah pendaftar secara keseluruhan masih belum memenuhi target.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi membuka penerimaan pengawas TPS atau PTPS melalui Panwaslu Kecamatan mulai tanggal 3 hingga 15 Oktober 2020. Dari waktu tersebut, terdapat sebanyak 7.430 pendaftar di 25 Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Selama tahap penerimaan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) tersebut, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi selalu melakukan supervisi ke masing-masing Kecamatan untuk mengetahui progres atau kendala yang terjadi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Hamim, mengatakan, jumlah pendaftar PTPS sebetulnya sudah melebihi kebutuhan minimal pendaftar, yaitu 3.745 PTPS.

Namun jika mengacu pada instruksi Bawaslu RI Nomor 0329 tahun 2020, pendaftar PTPS sebisa mungkin memenuhi 2 kali lipat dari kebutuhan. Sehingga karena total TPS di Banyuwangi berjumlah 3.745 pada pemilihan serentak kali ini, maka calon pengawas TPS yang dibutuhkan sebanyak 7.490 pendaftar.

“Dari 25 Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, sedikitnya 2 Kecamatan yang jumlah pendaftar PTPS nya masih belum memenuhi kebutuhan, antara lain kecamatan Kalibaru dan Glenmore. Berdasarkan presentasi pendaftar, Kecamatan Kalibaru masih kekurangan 48 persen kebutuhan, sedangkan Glenmore kekurangan 41 persen kebutuhan. Selain dua kecamatan tersebut sudah memenuhi jumlah yang dibutuhkan”, terang Hamim.

Baca Juga: Bawaslu Temukan Pelanggaran Kampanye Tanpa Kantongi STTP

Baca Juga: KPU Banyuwangi Buka Pendaftaran KPPS, Inilah Syaratnya

Hamim menambahkan, untuk kecamatan yang presentase pendaftarnya paling besar adalah kecamatan Singojuruh dan Kecamatan Kabat. Didua kecamatan ini, jumlah pendaftarnya mencapai 110 persen dari kebutuhan. Sedangkan untuk Kecamatan paling kecil peminatnya adalah Kecamatan Kalibaru, hanya mencapai 52 persen dari kebutuhan.

Dari hasil kajian Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, kekurangan pendaftar didua kecamatan yakni Kalibaru dan Glenmore, karena terkendala minimnya antusias masyarakat untuk mendaftarkan diri ditengah Pandemi Covid-19. Kendala lain berkaitan dengan rekrutmen PTPS yaitu persyaratan usia minimal 25 tahun dan persyaratan lulusan Pendidikan minimal.

Masih menurut Hamim, terkait dengan kekurangan tersebut, upaya Bawaslu Kabupaten Banyuwangi akan melakukan perpanjangan masa pendaftaran khusus di dua kecamatan yang kekurangan peserta, dengan deadline waktu tanggal 16 – 19 Oktober 2020.

“Harapannya dalam masa perpanjangan ini kecamatan yang kekurangan pendaftar jumlah pendaftar PTPS sudah terpenuhi. Selanjutnya kami akan menginstruksikan pengawas pemilu tingkat Kecamatan agar mengambil langkah strategis dan kreatif,” tambahnya.

Baca Juga: Komisi A DPRD Jatim Berkunjung Ke Bawaslu Banyuwangi

Bagaimana jika usai tahap perpanjangan jumlah pendaftar tidak juga memenuhi jumlah yang diharuskan, sesuai dengan pedoman perekrutan PTPS dari Bawaslu RI bahwa batas perpanjangan pendaftaran bisa ditambah lagi, perpanjangan tahap kedua dibatasi sampai tanggal 26 Oktober 2020.

Maka Bawaslu Kabupaten Banyuwangi tidak menutup kemungkinan akan memperpanjang waktu pendaftaran PTPS jika memang dirasa belum memenuhi target, untuk selanjutnya dilakukan Pengumuman Hasil Seleksi. (fat)

_blank

Kabar Terkait