oleh

Resmi Dipecat PDIP, Mas Yusuf Nyatakan Sikap Lapang Dada

KabarBanyuwangi.co.id – Calon Bupati (Cabup) Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko resmi dipecat dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), melalui Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 63/KPTS/DPP/X/2020, yang ditetapkan di Jakarta pada 1 Oktober 2020.

Surat keputusan pemecatan yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dibacakan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur, Untari Bisowarno, di Kantor Dewan Pimpnan Cabang (DPC) PDIP Banyuwangi, Jumat (9/10/2020).

“PDI Perjuangan memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Yusuf Widyatmoko dari keanggotaan partai. PDIP menilai, tindakan Yusuf tidak mengindahkan instruksi partai terkait rekomendasi calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi pada Pilkada Serentak tahun 2020. Di mana Yusuf telah mencalonkan diri dari partai PKB dan Demokrat,” jelas Untari pada video pembacaan SK yang sempat viral di media sosial (Medsos) dan berbagai grup WhatsApp.

Baca Juga: Diusung Demokrat dan PKB Sebagai Cabup Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko Dipecat dari PDIP

Baca Juga: Pengayuh Becak Ini Terharu Dijenguk Ipuk Fiestiandani

Baca Juga: Silaturahim Mas Yusuf ke Ponpes Tegalsari, Disambut Antusias Warga Sekitar

Dengan surat pemecatan, Yusuf Widyatmoko dilarang melakukan kegiatan dan menduduki jabatan apapun yang mengatasnamakan PDIP. Keputusan ini diambil partai dalam rangka menjaga kehormatan, kewibawaan dan menegakkan citra partai setiap anggota dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk pembangkangan terhadap ketentuan, keputusan dan garis kebijakan partai. Di mana melanggar kode etik dan disiplin partai, telah dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Bahwa oleh karenanya, DPP PDIP memandang perlu untuk menerbitkan surat keputusan pemecatan terhadap saudara Yusuf,” tambahnya.

Menanggapi pemecatan dari keanggotaan PDIP, Yusuf Widyatmoko yang maju sebagai Calon Bupati Banyuwangi berpasangan dengan KH. Muhammad Riza Aziziy atau Gus Riza ini hanya menanggapi dengan santai dan lapang dada.

Melalui juru bicaranya H. Rudi Santoso, Mas Yusuf membuat pernyataan sikap yang dikirim melalui WhatsApp (WA) kepada kabarbanyuwagi.co.id sebagai berikut.

“Pernyataan sikap. Membaca dan memahami surat pdip. Saya memahami dan saya menerima dengan lapang dada. satu hal….keanggaotaan saya di partai memang di tandai dengan kta. Tapi hubungan batin saya dengan bung karno dan doktrin doktrin soekarno tidaklah di tandai dengan simbul simbul. Saya akan tetap kirim fatehah pada pak karno sebagaimana kebiasaan saya dan sebagaimana di ajarkan oleh kyai kyai nu. Ini saja pernyataan saya,” bunyi pesan tersebut.

Rudy menambahkan, Mas Yusuf tidak pernah protes, meski PDI Perjuangan memilih mengusung Cabup yang bukan dari kader partai. Memiliki dukungan yang kuat dan dipercaya masyarakat, membuat beberapa kader PDI Perjuangan Banyuwangi merelakan keanggotaannya untuk ikut mendukung Mas Yusuf.

“Dorongan kerabat dan masyarakat yang terus menggebu membuat Mas Yusuf memiliki kekuatan untuk mencalonkan diri. Saya lihat selama kampanye Mas Yusuf berlangsung, teman-teman partai banyak yang membangkang untuk mendukung Mas Yusuf dan Gus Riza menang,” tambah mantan legislator DPRD Banyuwangi fraksi PDI Perjuangan yang akrab dipanggil Rudy Begal ini.

Suwandoko (74), tokoh masyarakat, sekaligus tokoh nasionalis, warga Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi yang juga merupakan kader lawas PDI Perjuangan juga ikut mendukung Mas Yusuf.

“Partai yang besar harus mempercayai kader yang berpotensi, begitupun sebaliknya,” ucap Suwandoko saat berdiskusi dengan Mas Yusuf.

Dalam Pilkada Serentak Banyuwangi tahun 2020 ini, PDIP telah menurunkan rekomendasinya kepada Ipuk Fiestiandani Azwar Anas – H. Sugirah sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Selain PDIP, pasangan nomer urut 02, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas – H. Sugirah juga diusung oleh beberapa Partai besar diantaraya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta sejumlah Partai non parlemen.

Sedangkan calon Bupati nomer urut 01, Yusuf Widyatmoko yang berpasangan dengan KH. Muhammad Riza Aziziy diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta sejumlah Partai non parlemen lainya. (man)

_blank

Kabar Terkait