oleh

Resmi Jadi Cabub, Mas Yusuf Ajukan Surat Non-Aktif Sebagai Mustasyar PCNU Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Calon Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, menyerahkan sepucuk surat kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi usai mendapat penetapan Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Banyuwangi dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi.

Yusuf Widyatmoko bersama rombongan mendatangi kantor PCNU Banyuwangi sekitar pukul 12:50 WIB, Rabu (23/9/2020) dengan mengenakan setelah kemeja putih celana hitam dan songkok hitam. Kedatangan Yusuf disambut hangat oleh Ketua PCNU Banyuwangi KH. Mohammad Ali Makki Zaini bersama pengurus harian PCNU Banyuwangi.

“Saya sudah ditetapkan sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, mulai hari ini (23/9/2020), saya non aktif sebagai Mustasyar PCNU,”ungkap Yusuf Widiatmoko sembari menyodorkan map warna hijau berisi surat non aktif kepada Ketua PCNU, KH.Mohammad Ali Makki Zaini.

Menurut Yusuf, dia mengirimkan surat non aktif sebagai Mustasyar PCNU Banyuwangi, mulai ditetapkan hingga setelah Pilbup Banyuwangi 9 Desember 2020. Hal itu dilakukan, demi menjaga tegaknya khitah Nahdlatul Ulama, serta jatidiri NU sebagai jam’iyyah diniyah ijtima’iyyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan).

Surat tersebut diterima langsung oleh Ketua PCNU, KH.Mohammad Ali Makki Zaini.

“Tolong beritahu pengurus semuanya, Mas Yusuf sudah non aktif dari mustasyar PCNU, dan konsekuensinya kita keluarkan dari grup WA pengurus cabang,”cetus Gus Makki panggilan KH.Moh.Ali Makki Zaini, sambi berkelakar.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Siapkan Pengawal Pribadi Bagi Kedua Paslon Cabup dan Cawabup

Baca Juga: Pilkada Banyuwangi, KPU Resmi Tetapkan 2 Pasangan Calon

Usai menyerahkan surat, Mas Yusuf langsung berpamitan dan meninggalkan kantor PCNU karena ada agenda lain.

“Salam saya untuk pengurus PCNU lain, mohon do’anya,” pungkas Yusuf sembari meninggalkan kantor PCNU.

Ketua PCNU Banyuwangi, KH.Moh.Ali Makki Zaini mengapresiasi langkah yang diambil Yusuf Widiatmoko. Setelah ditetapkan sebagai Paslon Bupati langsung datang ke PCNU memberikan surat non aktif sebagai mustasyar.

“Selama ini beliau memang aktif datang dalam berbagai kegiatan acara NU,”ujar Gus Makki.

Baca Juga: Kunjungi Kampung Lukis, Ipuk Fiestiandani Terinspirasi Geber Program Kampung Tematik

Gus Makki berharap kepada pengurus NU, Badan otonom maupun pengurus lembaga yang menjadi tim sukses, juru kampanye (jurkam) dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Banyuwangi, bisa mengikuti langkah yang dilakukan Yusuf Widiatmoko.

Apalagi juga ada surat instruksi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, berkaitan dengan Pilkada serentak di Jawa Timur.

Ditanya mengenai sikap PCNU Banyuwangi dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020, pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono ini mengaku masih menunggu rapat bersama antara Rois Syuriyah PCNU.

Para Syuriyah sudah dilapori bahwa sudah ditetapkan. Tentu setelah ini, kata Gus Makki para Syuriyah akan mulai mengkaji. Beberapa kiai yang memang biasa lakukan istikhoroh atau meminta petunjuk. Sementara Tanfidziyah akan mengkaji dari sisi bagaimana potret di lapangan.

“Sabar, Pilbupnya masih lama,” pungkasnya. (fat)

_blank

Kabar Terkait