oleh

Saat Anak Rimba Bikin Olahan Pancake Ala Cafe

KabarBanyuwangi.co.id– Kegiatan anak-anak Kampoeng Batara, Papring Kalipura, Banyuwangi , adalah Jelajah Rimba yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Namun anak-anak rimba ini mendapat kejuatan baru, karena akan diberi materi belajar mengolah Pancake, Minggu (21/6/2020).

“Ini sebetulnya bagian dari tanggung jawab perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility) Palm Sugar Cafe, terhadap masyarakat. Kali ini sengaja dipilih anak-anak dari Kampoeng Batara. Ternyata mereka sebelumnya tidak mengetahui nama pancake apalagi rasanya,” ujar Eka Septi Wahyupeni, owner Palm Sugar Cafe.

Pancake atau Panekuk adalah kue dadar yang dibuat dari terigu, telur ayam, gula dan susu. Bahan-bahan dicampur dengan air membentuk adonan kental yang digoreng di atas wajan datar yang diolesi metega sedikit  minyak.

“Saya yang membikin adonan, sambil menjelaskan satu per satu bahan yang digunakan serta takarannya. Setelah menjadi adonan, anak-anak yang sudah saya beri tahu caranya mengolah langsung antusias mengambil alih proses pengolahan. Mereka tidak merasakan kecapean setelah melakukukan Jelajah Rimba, karena tertentang ingin mengetahui  hal yang baru,” tambah Echi penggilan akrab Septi.

Baca Juga: Kiat Bertahan Saat Pandemi, Pemilik Cafe Harus Kreatif Bikin Menu Baru

Selain anak-anak, terutama cewek, Ibu-Ibu Kampung Papring juga terlihat antusias mendapingi anaknya. Mereka juga mendorong anak-anaknya, agar mengikuti kelas sampai olah pancake jadi, dan siap makan.

“Saya senang sekali saat mengikuti kelas membuat panganan pancake, karena panasaran dengan nama itu dan rasanya. Sebelumnya, saya asing sekali dengan istilah pancake. Setelah mengamati dan mendengarkan keterangan Kak Echi, saya mengikuti hingga matang,” ujar Lita Dwi Lestari, siswi kelas IV Sekolah dasar.

Setelah olah pancake matang, anak-anak yang penasaran dengan rasanya akhirnya bisa menikmati makanan yang sebelumnya asing itu.(Foto: istimewa)
Setelah olah pancake matang, anak-anak yang penasaran dengan rasanya akhirnya bisa menikmati makanan yang sebelumnya asing itu.(Foto: istimewa)

Setelah merasakan, Lita mengaku enak rasanya. Apalagi pancake yang ia makan di atasnya (toping) diberi coklat.  Begitu asyiknya mengikuti kelas membuat pancake.  Lita yang ditemani Yessi Saputri dan Siti Humairoh, sahabat satu kelas ini tetap memanggang Pancake hingga kawan-kawan lainnya pulang.

Menurut Pemilik Kampoeng Batara, Widie Nurmahmudyi, pengenalan olah pangan Pancake ini adalah sesuatu yang baru. Selain istilahnya asing, membuat panganan dengan toping coklat tergolong tidak pernah dilakukan oleh anak-anak rimba ini.

“Kami sangat senang, karena dapat pengetahuan baru soal pembuatan panganan. Bagi kami itu sangat berguna sekali, tidak hanya untuk jangka pendek tapi jangka panjang sebagai bekal kreatifitas anak-anak dan orang tuanya” kata Widie yang sering mendapat sejumlah pengharagaan tingkat Nasional, karena mengelola Kampoeng Batara ini. (sen)

_blank

Kabar Terkait