oleh

Santri Ponpes Blokagung Minta Ditunda Kembali ke Asrama Masing-masing

KabarBanyuwangi.co.id – Meski masa karantina sudah selesai, namun para santri Ponpes Blokagung yang diisolasi belum mau pindah ke asrama masing-masing. Mereka mengaku akan melanjutkan berbagai perlombaan serta kegiatan kompetisi lainnya, setelah itu baru kembali ke Asrama sesuai ketentuan.

“Jadi selama dalam isolasi, para santri melakukan kegiatan untuk menjaga kesehatan dan imunitas. Mereka menggelar berbagai lomba olahraga, juga lomba karaoke khusus yang ada di area isolasi. Mereka akan melanjutkan berbagai perlombaan dan festival hingga final, kemudian baru pindah ke asrama masing-masing,” kata Juru Bicara Ponpes Darussalam, Nihayatul Wafiroh yang juga salah satu Pengasuh Ponpes terbesar di Banyuwangi, Minggu (13/9/2020).

Nihayah atau akrab dipanggil Nduk Nik, menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu selama proses isolasi dan karantina. Anggota DPR RI dari PKB ini, sekalgus meminta permohonan maaf sebesar-besarnya, karena Pengasuh dan sesepuh Ponpes Blokagung belum bias menemui para pejabat yang selama ini aktif membantu di Ponpes Blokagung.

“Namun percayalah, doa Para Kyai sepuh kepada panjenengan semua, juga kepada para santri tidak pernah putus. Para Kyai juga selalu update dari saya, tentang perkembangan terbaru dari ruangan isolasi dan penangannya. Saya atas nama Pengasuh Ponpes Darussalam, menyampaikan permohonan maaf para sesepuh Ponpes Darussalam Blokagung. Nanti pada waktunya, para sesepuh Ponpes Darussalam Bloagung bisa bertemu panjenengan semua,” ujar Nduk Nik.

Baca Juga: Masa Karantina Ponpes akan Dicabut, Santri OTG Otomatis Dinyatakan Sembuh Covid-19

Baca Juga: Masa Karantina Ponpes Berakhir, Pemkab Banyuwangi: Terima Kasih Semuanya

Baca Juga: Sudah Pakai APD Lengkap, Empat Nakes RSUD Blambangan Terpapar Covid-19

Nduk Nik juga menyampaikan, musibah ini ke depan akan mengubah cara hidup para santrinya. Salah satu contoh kebiasaan bergerombol, atau makan bersama dan bergantian menggunakan gelas minum, ke depan sudah tidak akan terjadi. Pengasuh juga akan mengawasi lebih ketat, pemberlakuan protokol Kesehatan di Ponpes Darussalam.

“Namun yang menjadi masalah, kalau para santri meminta kebiasaan minum susu dan makan lauk daging, ayam dan telur. Itu pasti saat tidak ada bantuan seperti ini akan terasa. Pak Bupati yang juga santri tahu sendiri, bagaimana santri, dan apa yang di makan sehari-hari,” kata Nduk Nik berseloroh.

Dalam Siaran Pers tertanggal 12 September 2020, Ponpos Blokagung menyampaikan masa karatina santri  berakhir Minggu 12 September 2020. Selesainya masa karantina selama 2 pekan, maka seluruh santri Ponpes Darussalam dinyatakan sehat. Setelah masa karintina selesai, para santri secara bertahap dipindahkan ke asrama masing-masing, dengan memegang protokol kesehatan.

“Selama 14 hari ke depan, para santri tetap akan mendapatkan pengawasan kesehatan secara rutin dari tenaga kesehatan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati, kami memohon maaf jika selama masa pengawasan ini, para santri belum bisa dijenguk maupun dijemput orang tuanya,” tulis siaran pers yang ditandatanggi Nihatul Wafiroh sebagai Juru Bicara Ponpes Darussalam, Blokagung. (sen)

_blank