oleh

Sempat Terkendala Cuaca, Pencarian Korban Hilang di Pulau Merah Dilanjutkan

KabarBanyuwangi.co.id – Dua hari dinyatakan hilang, Krisna Andrian warga RT 03/ RW 01 Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, wisatawan yang tenggelam di pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi pada, Sabtu (20/6/2020) lalu hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Tim SAR gabungan dari unsur Basarnas, life guard, BPBD, Satpol Air, dan TNI Angkatan Laut, serta TNI dari Kodim 0825 Banyuwangi, masih terus berupaya melakukan pencarian menyisir sepanjang pantai di kawasan pantai Pulau Merah, Senin (22/6/2020).

Menururt keterangan koordinator Basarnas Banyuwangi, dalam melakukan pencarian korban, Tim SAR gabungan berangkat lebih pagi untuk menghindari cuaca buruk, dan gelombang tinggi. Dalam pencarian, Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan operasi SAR di lokasi musibah atau bencana.

Baca Juga: Dua Wisatawan Tenggelam di Pulau Merah, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan

Proses pencarian korban dioptimalkan menyisir sepanjang garis pantai Pulau Merah. Selain itu, pencarian di tengah laut juga kembali dilakukan oleh tim SAR dengan menggunakan perahu karet berpatroli menyusuri perairan Pulau Merah.

“Hari ini hari kedua pencarian satu orang terseret ombak di pantai Pulau Merah Pesanggaran. Strategi kita untuk hari ini kita susun pola malam kita terkendala ombak tinggi. Hari kedua kita berangkat lebih awal kita turun, kita bentuk dua SRU. SRU air dan darat. SRU air kita tetapkan di area TKP, dan memperluas areanya. SRU darat kita bagi beberapa kelompok melakukan penyisiran di bibir pantai ke arah Pancer, dan teluk-teluk di sekitar Pulau Merah,” kata Riski Putra Buana, Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi.

Kondiisi pantai Pulau Merah. (Foto: istimwa)
Kondiisi pantai Pulau Merah. (Foto: istimwa)

Riski menambahkan, Tim SAR juga melibatkan beberapa nelayan di kawasan pantai selatan Banyuwangi untuk membantu mencari keberadaan korban. Dilibatkannya nelayan ini untuk mengantisipasi kemungkinan korban terseret arus laut hingga menjauh dari kawasan pantai Pulau Merah.

“Kita juga sudah melakukan jaringan komunikasi ke para nelayan yang beraktivitas ataupun melintas. Apabila mengetahui atau melihat daripada tanda-tanda korban di mohon segera melapor ke Tim SAR gabungan. Muda-mudahan korban cepat segera ditemukan,” tambah Riski Putra Buana.

Baca Juga: Dua Korban Tenggelam di Pulau Merah adalah Paman dan Keponakan

Seperti dikabarkan sebelumnya, dua korban, Aqil (9) dan Krisna Andrian (21) warga RT 03/ RW 01 Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran dihantam gelombang tinggi saat bermain di tepian pantai Pulau Merah, Sabtu (20/6/2020) sore. Saat bermain, keduanya sempat diberi peringatan oleh petugas penjaga pantai agar tidak melebihi batas bendera merah sebagai tanda kawasan terlarang.

Saat berada di kawasan terlarang kedua korban tiba-tiba digulung ombak hingga ke tengah laut. Korban Aqi berhasil dievakuasi oleh penjaga pantai, tim life guard pantai Pulau Merah. Namun, sesampainya di Puskesmas Gambiran, korban Aqil dinyatakan meninggal, dan langsung dikebumikan pada Sabtu malam. Sedangkan korban, Krisna Andrian yang saat itu berupaya menolong almarhum Aqil, hingga kini belum ditemukan, dan masih dicari keberadaannya oleh Tim SAR gabungan. (man)

_blank

Kabar Terkait