oleh

Sepeda Mangkrak 10 Tahun, Jadi Minion Kece Setelah Direstorasi

KabarBanyuwangi.co.id – Saat pertama melihat berita Booming Minion di Indonesia, saya tertarik langsung Googling. Ternyata banyak yang merestorasi sepeda-sepeda lama, menjadi baru dengan modifikasi dan ganti onderdil. Setelah melihat gambar di internet, saya jadi ikut-ikutan membangun minion kece, dengan bahan baku sepeda bekas.

Kebetulan anak saya kepingin juga punya minion, terus saya ingin segera merestorasi sepeda lama. Bahan bakunya sepeda mini bekas, yang lama tidak terpakai. Bahkan selama 10 tahun lebih, sepeda tergantung di tembok gudang. Padahal sebelumnya, harga sepeda bekas itu phonix ukuran 20 inci di loakan hanya Rp. 20 ribu. Namun saat booming minion, harga sepeda bekas meningkat menjadi Rp.200 ribu.

Baca Juga; Banyuwangi Booming Sepeda Minion, Tidak Kalah Fashionable dari Brompton

Baca Juga: Komunitas E Grank Bicycle, Siap Kampanye Go Green dan Healthy

Setelah dibersihkan, kemudian saya bawa ke bengkel untuk direstorasi. Di tempat tinggal saya, Kedung Gebang, Tegaldlimo ada dua bengkel sepeda. Pertama, Lik Bukari khusus sepeda lama dan tidak bisa memodivikasi, sedangkan Pak Tukiran khusus sepeda baru mulai ngecat hingga modivikasi. Saya memutuskan menggunakan jasa Pak Tukiran, untuk merestorasi sepeda bekas tersebut sesuai keinginan saya.

Langkah saya, kemudian mencari onderdil sesuai model dan ukuran yang saya inginkan. Saya langsung pergi ke Jajag, karena di tempat ini sejak lama dikenal sebagai pusat onderdil sepeda terlengkap kawasan Banyuwangi Selatan. Saya belanja onderdil, sesuai keinginan saya untuk memodivikasi sederhana. Mulai dari roda baru ukuran khusus, gir dan rantai serta perlengkapan lainnya.

Sepeda mini sebelum diretorasi. (Foto: M Nurhasan)
Sepeda mini sebelum diretorasi. (Foto: M Nurhasan)

Ada sejumlah onderdil yang tidak ditemukan di Jajag, maupun di Perliman Banyuwangi kota. Akhirnya saya memutuskan membeli lewat on-line. Alhamdulillah dapat setir di Semarang, dan sadel juga beli di toko on-line. Setelah pesenan lewat online datang, langsung saya bawa ke Lik Tukiran untuk dirangkai.

Alhamdulllah, setelah menghabiskan uang sekitar Rp. 500 ribu. Bagi saya ini sudah layak, untuk ikut gowes anak saya saat hari libur dan sore hari sekitar tempat tinggal. Kalau ingin lebih bagus, teman saya ada yang menghabiskan dari Rp. 2 juta hingga Rp. 3juta. Sementara ongkos restorasi di kampung saya masih murah, hanya Rp. 100 ribu lebih sedikit.

(Penulis: M Nurhasan Kedunggebang RT 40 RW 05 Tegaldlimo-Banyuwangi)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank