oleh

Warga Desa Kemiren Laksanakan Hormat Bendera Detik-detik Proklamasi

KabarBanyuwangi.co.id – Mengenang peristiwa bersejarah detik-detik Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 silam, sejumlah warga Dusun Tegal Campak, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, sejenak menghentikan segala aktivitasnya untuk berdiri tegak dengan sikap sempurna tepat pukul 10.17, Senin (17/8/2020) siang.

Berbagai kalangan warga mulai dari kuli bangunan, ibu rumah tangga, hingga petani secara seksama mendengarkan pembacaan teks Proklamasi yang dibacakan oleh Presiden Sukarno dengan saling menjaga jarak. Dipimpin Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, lagu Indonesia Raya juga dikumandangkan agar seluruh warga satu dusun bisa mengikuti peringatan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia ini.

“Kegiatan ini untuk mengenang detik-detik Proklamasi. Setelah upacara bendera, kami juga meminta seluruh warga menghentikan aktivitasnya tepat pukul 10.17 untuk bersikap sempurna menghadap bendera. Pengguna jalan juga kami stop tadi, petani yang mencangkul sawahnya kita minta berhenti sejenak untuk menumbuhkan jiwa Nasionalisme,” ujar Supriyanto, warga Dusun Tegal Campak, Desa Kemiren.

Baca Juga: Warga Desa Jambewangi Gelar Upacara Agustusan di Tengah Hutan

Baca Juga: Satlantas Polresta Banyuwangi Laksanakan Detik-detik Proklamasi di Simpang Lima

Baca Juga: Peringati HUT Kemerdekaan ke-75 RI, Bupati Anas: Lekas Pulih Indonesia

Supriyanto menambahkan, meski sederhana, upacara di lahan kosong yang diikuti hanya 10 orang ini berlangsung khidmat. Agar suasana upacara bisa didengar dan diikuti secara serentak oleh seluruh warga tanpa harus berkumpul di satu tempat, komunitas pecinta sound mini yang tergabung dalam Kemiren Sound Miniatur (KSM) juga dilibatkan dalam peringatan detik-detik proklamasi ini.

Upacara dpimpin Babinsa dan Babinkamtibmas. (man)
Upacara dpimpin Babinsa dan Babinkamtibmas. (man)

Cara ini sangat efektif, warga tetap bisa memperingati detik-detik proklamasi dari depan rumahnya tanpa harus datang ke tempat upacara.

“Kita sengaja mengajak komunitas Kemiren Sound Miniatur (KSM) agar suasana upacara bendera atau saat sirine dibunyikan bisa didengar oleh masyarakat satu dusun. Alhamdulillah berhasil, masyarakat dari berbagai kalangan tadi tidak perlu lagi datang ke lapangan untuk berkumpul, mereka cukup berdiri dari tepi jalan atau depan rumah mereka untuk mengikuti seluruh kegiatan upacara hingga penghormatan bendera,” tambahnya.

 

KSM sedang menyiapkan peratan. (Foto: man)
KSM sedang menyiapkan peralatan sond. (Foto: man)

Setelah sekitar tiga menit peringatan detik-detik Proklamasi dilakukan, warga pun mulai kembali melanjutkan aktivitas sehari-harinya. Di usianya yang ke-75, warga berharap agar Indonesia semakin maju dan bisa segera terbebas dari Covid-19.

“Mudah-mudahan kita semakin menjadi bangsa yang kuat dan hebat. Di masa pandemi ini, kita juga harus bersatu padu mengikuti anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan agar Covid-19 tidak semakin menyebar luas,” pungkasnya. (man)

_blank